Rabu, 20 Mei 2026

Sigi Hari Ini

Program Adaptasi Perubahan Iklim Sigi Targetkan 1.500 Penerima Manfaat

Program Adaptasi Perubahan Iklim Kabupaten Sigi dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman.

Tayang:
Editor: Regina Goldie
TribunPalu.com/Andika Satria Bharata
Program Adaptasi Perubahan Iklim Sigi menargetkan ebanyak lebih dari 1.500 penerima manfaat terlibat dalam program tersebut. 

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat penting di tengah keterbatasan fiskal daerah untuk tetap menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Di tengah keterbatasan fiskal daerah saat ini, program ini menjadi oase bagi pemerintah daerah untuk tetap mendorong kinerja dan kebijakan iklim di Kabupaten Sigi. Kolaborasi seperti ini membuktikan bahwa solusi konkret dapat dihadirkan untuk masyarakat di tingkat tapak,” ujar Rizal.

Ia menegaskan, Kabupaten Sigi merupakan salah satu daerah yang cukup rentan terhadap dampak perubahan iklim, terutama ancaman banjir dan kekeringan yang kerap mempengaruhi sektor pertanian masyarakat.

Baca juga: Tiara Alisa Ungkap Permintaan Diluar Program Nasi Darurat Palu: Ada Gas dan Rokok

Sementara itu, Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup, Franky Zamzani, menilai program di Kabupaten Sigi dapat menjadi contoh praktik baik dalam pelaksanaan adaptasi iklim berbasis kebutuhan masyarakat lokal.

“Program di Sigi ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat menghadirkan solusi yang konkret dan terukur,” katanya.

Hal senada disampaikan Program Manager Environment and Sustainable Governance Kemitraan untuk Pembaruan Tata Kelola, Willy Wicaksono. 

Ia menilai program tersebut menjadi salah satu model pemanfaatan pendanaan iklim internasional yang inklusif dan tepat sasaran.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Koaksi Indonesia, Aria Nagasastra, menjelaskan bahwa program tersebut lahir dari keyakinan bahwa upaya adaptasi perubahan iklim yang efektif harus dimulai dari komunitas yang paling terdampak.

Ia menyebut pendekatan Water, Energy, Food (WEF) Nexus menjadi strategi penting untuk memastikan ketahanan air, energi, dan pangan dapat berjalan secara terpadu dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, Forum Kemitraan Multipihak Sigi Hijau (FKPM) juga diharapkan berperan memperkuat koordinasi lintas pemangku kepentingan guna mendukung keberhasilan program.

Program Adaptasi Perubahan Iklim Kabupaten Sigi dijadwalkan berlangsung hingga April 2028 dan diharapkan mampu memperkuat fondasi kolaborasi multipihak dalam mewujudkan daerah yang tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim di masa mendatang.

Selain peluncuran program, kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Sigi dan Koaksi Indonesia selaku lead consortium. 

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Bupati Sigi bersama Direktur Eksekutif Koaksi Indonesia sebagai bentuk komitmen bersama dalam pelaksanaan program tersebut.(*)

Sumber: Tribun Palu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved