Jumat, 22 Mei 2026

Sigi Hari Ini

Kabupaten Sigi Jadi Percontohan Program Adaptasi Iklim Berbasis Komunitas

Pendekatan Water, Energy, Food (WEF) Nexus diterapkan untuk memastikan ketahanan sumber daya berjalan secara terpadu dan berkelanjutan.

Tayang:
Editor: Fadhila Amalia
TribunPalu.com/Andika Satria Bharata
PENANDATANGANAN - Program Adaptasi Perubahan Iklim diluncurkan di Kabupaten Sigi mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Franky Zamzani, menilai program tersebut dapat menjadi contoh praktik baik dalam pelaksanaan adaptasi iklim berbasis kebutuhan masyarakat lokal. 
Ringkasan Berita:
  • Program Adaptasi Perubahan Iklim Kabupaten Sigi dinilai Direktur Adaptasi Perubahan Iklim KLH, Franky Zamzani, sebagai contoh praktik baik adaptasi iklim berbasis kebutuhan masyarakat lokal.
  • Program menargetkan lebih dari 1.500 penerima manfaat di enam desa, dengan pendekatan Water, Energy, Food (WEF) Nexus untuk ketahanan pertanian.
  • Keberhasilan program bergantung pada kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas lokal.

TRIBUNPALU.COM, SIGI – Program Adaptasi Perubahan Iklim diluncurkan di Kabupaten Sigi mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.

Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Franky Zamzani, menilai program tersebut dapat menjadi contoh praktik baik dalam pelaksanaan adaptasi iklim berbasis kebutuhan masyarakat lokal.

Program yang digagas Pemerintah Kabupaten Sigi bersama Konsorsium KOLABORASI ini menargetkan lebih dari 1.500 penerima manfaat di enam desa, dengan fokus pada ketahanan pertanian, air, energi, dan pangan.

Pendekatan Water, Energy, Food (WEF) Nexus diterapkan untuk memastikan ketahanan sumber daya berjalan secara terpadu dan berkelanjutan.

Franky Zamzani mengatakan, program di Sigi menunjukkan bagaimana kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas lokal bisa menghadirkan solusi nyata yang efektif dan terukur.

“Ini menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjalankan adaptasi iklim yang benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae menyampaikan daerahnya termasuk wilayah rentan terhadap perubahan iklim, terutama ancaman banjir dan kekeringan yang berdampak langsung pada produktivitas pertanian. 

Ia menekankan pentingnya kolaborasi multipihak untuk menghadirkan program yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Program Adaptasi Perubahan Iklim Kabupaten Sigi dijadwalkan berlangsung hingga 2028 dan diharapkan menjadi model implementasi adaptasi iklim yang bisa diterapkan di daerah lain di Indonesia.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved