Rabu, 27 Mei 2026

Podcast DPRD Morowali

Dari Penjual Bensin Eceran hingga Tembus DPRD Morowali, Ini Kisah Inspiratif Irham

Pria yang akrab disapa Amu ini merupakan putra asli daerah kelahiran Desa Ipi, Bungku Tengah.

Tayang:
Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
  • Irham, anggota DPRD Morowali periode 2024–2029 dari Partai Golkar, memiliki kisah hidup dari bawah sebelum menjadi legislator. 
  • Setelah lulus Teknik Pertambangan tahun 2013 di Makassar, ia memulai usaha kecil seperti menjual bensin eceran di Desa Ipi dan membuka jasa tiket pesawat serta fotokopi.
  • Meski pernah mengalami kesulitan dan perlakuan tidak menyenangkan saat berusaha, ia tidak menyerah dan menjadikannya motivasi untuk maju.

TRIBUNPALU.COM - Siapa sangka, legislator dari Partai Golkar yang kini menduduki jabatan penting di Komisi 2 Bidang Perekonomian dan Aset ini, dulunya adalah seorang penjual bensin eceran.

Hal inilah yang menggambarkan sosok Irham anggota DPRD Kabupaten Morowali periode 2024–2029.

Pria yang akrab disapa Amu ini merupakan putra asli daerah kelahiran Desa Ipi, Bungku Tengah.

Di balik setelan rapinya sebagai wakil rakyat hari ini, Irham menyimpan cerita perjuangan hidup yang penuh lika-liku dan air mata setelah menyelesaikan studinya di Makassar pada tahun 2013 lalu.

"Saya lulus kuliah jurusan Teknik Pertambangan tahun 2013. Begitu pulang kampung ke Morowali, saya memulai usaha dari bawah sekali, yaitu menjadi penjual bensin eceran di Desa Ipi," ungkap Irham saat berbagi kisah.

Baca juga: TMMD ke-128, Ubah Jalan Lumpur di Sausu Trans Jadi Akses Harapan bagi Petani Durian

Tak hanya menjual bensin, Irham yang jeli melihat peluang atas dibukanya Bandara Morowali kala itu, juga nekat membuka agen penjualan tiket pesawat rumahan yang dipadukan dengan jasa pengetikan dan cetak (print).

Menjadi sarjana tambang tidak membuat Irham gengsi melakoni pekerjaan tersebut. Namun, sebuah insiden di masa lalu sempat menguji mentalnya. Saat mengantre bahan bakar di SPBU Matano, jeriken milik Irham sempat ditendang oleh orang lain.

"Saat jeriken saya ditendang, saya sempat tertunduk. Saya membatin, jauh-jauh saya merantau untuk sekolah dan jadi sarjana, tapi pas pulang mau usaha yang halal saja harus diginiin. Tapi momen itu tidak membuat saya mundur, justru menjadi motivasi terbesar saya untuk membuktikan diri," kenangnya emosional.

Karier politik Irham juga tidak didapatkan secara instan. Pada Pemilu 2019, ia sempat bertarung lewat Partai Gerindra namun menelan kekalahan. Kegagalan tersebut tidak membuatnya kapok. Pada Pemilu 2024, ia kembali bangkit melalui Partai Golkar dan maju di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Morowali.

Dapil 1 dikenal sebagai 'Dapil Neraka' karena hanya memperebutkan enam kursi dan dihuni oleh politisi-politisi senior serta petahana. Berkat kedekatan emosionalnya dengan masyarakat dan rekam jejaknya sebagai mantan ketua organisasi mahasiswa, Irham secara mengejutkan berhasil lolos dan menumbangkan sejumlah petahana.

Baca juga: Pemkab Poso Dukung Pembinaan Generasi Muda Lewat PERSAMI KKRI

Kini, setelah duduk di kursi parlemen, Irham berkomitmen penuh mengawal perekonomian daerah, terutama dalam mendorong kemajuan UMKM di Morowali yang saat ini memiliki APBD tertinggi di Sulawesi Tengah.

Ia pun menitipkan pesan mendalam bagi generasi muda dan mahasiswa asal Morowali yang sedang menuntut ilmu di luar daerah agar memegang teguh nilai kejujuran dan membuang rasa gengsi.

"Kuncinya jujur dan jangan gengsi. Setelah selesai kuliah nanti, pulanglah ke Morowali. Berbaktilah untuk daerah kita, karena idealisme membangun daerah itu ada di tangan adik-adik yang lahir dan besar di sini," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved