Senin, 8 Juni 2026

Podcast DPRD Morowali

Aspirasi Membawa Perubahan Besar, Perjuangan Alaudin Terangi Pulau Terluar Morowali

Alaudin juga dihadapkan pada karakter kontras di wilayah daratan seperti Bahodopi dan Bungku Pesisir.

Tayang:
Editor: Regina Goldie

Ringkasan Berita:
  • Alaudin, anggota DPRD Morowali periode 2024–2029 dari PKB, menekankan politik sebagai sarana untuk membawa perubahan bagi masyarakat, khususnya warga kepulauan terluar di Dapil Dua, meliputi Bahodopi, Bungku Selatan, Bungku Pesisir, Sombori Kepulauan, dan Menui Kepulauan.
  • Meski berdomisili di Dapil Satu, ia terpilih di Dapil Dua karena kedekatan emosional dengan masyarakat pulau.
  • Prioritas utamanya adalah pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk wilayah kepulauan.

TRIBUNPALU.COM - Bagi Alaudin, anggota DPRD Kabupaten Morowali periode 2024–2029 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), politik bukan sekadar perebutan kursi kekuasaan.

Baginya, panggung legislatif adalah jembatan untuk membawa perubahan besar bagi masyarakat, khususnya mereka yang berada di wilayah kepulauan terluar Morowali yang selama ini suaranya jarang terdengar.

Duduk di Komisi Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), Alaudin kini mendedikasikan masa jabatannya untuk mengawal aspirasi warga Daerah Pemilihan Dua, yang meliputi wilayah industri Bahodopi, Bungku Selatan, Bungku Pesisir, Sombori Kepulauan, hingga Menui Kepulauan.

Meski berdomisili di Dapil Satu (Bungku Tengah), Alaudin justru terpilih di Dapil Dua karena kedekatan emosionalnya dengan masyarakat kepulauan yang telah terbangun jauh sebelum ia menjadi legislator.

Baca juga: Delis Julkarson Hehi Dorong Hilirisasi Sawit dan Implementasi Biodiesel B50

Saat aktif sebagai Tim Ahli Cagar Budaya dan Pendamping Desa Budaya di wilayah Suku Bajo, Sombori Kepulauan, ia telah banyak menyerap realita kehidupan warga setempat. 

"Dari tahapan mendampingi desa budaya itu saya bisa dekat sama masyarakat, mengetahui permasalahan di desa, dan dari situ saya bisa masuk ke DPRD untuk memperjuangkan aspirasi mereka," ujar Alaudin saat menceritakan awal mula kedekatannya dengan warga pulau.

Kini, setelah berada di parlemen, Alaudin bergerak cepat mengeksekusi keluhan paling krusial warga pulau, yakni masalah ketiadaan listrik yang membuat para nelayan kesulitan menyimpan hasil tangkapan hingga memicu kerugian ekonomi.

Baca juga: Kawasan Transmigrasi Parigi Moutong Diusulkan Masuk PSN, Tim Kementerian Bakal Lakukan Peninjauan

"Kalau tanpa listrik, hasil nelayan tidak bisa mereka simpan untuk dijual selanjutnya. Pasti akan busuk kalau tidak ada kulkas sebagai pendingin. Jadi memang di sana sangat dibutuhkan listrik," jelasnya. 

Lewat pokok-pokok pikiran dan dana aspirasinya, ia mendorong pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk menerangi rumah-rumah warga di desa-desa seperti Pulau Pada Darat, Pada Laut, Umboko, hingga Masadian.

Tantangan geografis yang dihadapi Alaudin tidaklah mudah, sebab untuk menjangkau wilayah Menui Kepulauan, ia bahkan harus menyeberang terlebih dahulu melalui provinsi tetangga, Sulawesi Tenggara, sebelum melanjutkan perjalanan dengan kapal laut.

Namun, kendala akomodasi tersebut tidak menyurutkan komitmennya untuk rutin turun lapangan melalui momen reses, kunjungan dapil, maupun sosialisasi peraturan daerah demi menemui konstituennya langsung.

Baca juga: Status Asrama Mahasiswa Buol di Palu Segera Dibahas dalam Audiensi dengan Tolitoli

"Tiga tahapan ini yang saya manfaatkan betul untuk menyerap aspirasi sekaligus menyampaikan apa saja kinerja kami di DPRD kepada konstituen," Alaudin menegaskan.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved