Podcast DPRD Morowali
Sebelum Jadi Anggota Dewan, Herman Akib Rintis Karier di Morowali sebagai Pengusaha Perikanan
Anggota DPRD Kabupaten Morowali, Herman Akib, membagikan kisah perjalanan hidupnya sebelum berhasil menduduki kursi parlemen daerah.
TRIBUNPALU.COM - Anggota DPRD Kabupaten Morowali, Herman Akib, membagikan kisah perjalanan hidupnya sebelum berhasil menduduki kursi parlemen daerah.
Legislator dari Fraksi Perindo yang dikenal ramah dan murah senyum ini mengaku tidak pernah menyangka menjadi seorang politisi.
Herman menceritakan bahwa dirinya merupakan seorang pendatang asal suku Bugis, Sulawesi Selatan, yang menginjakkan kaki di Morowali pada tahun 2015.
Tujuan utamanya kala itu murni untuk merintis usaha setelah melihat besarnya potensi usaha di Morowali.
Setelah dua tahun fokus mengembangkan bisnis perikanan, garis tangannya mulai berubah saat masyarakat mempercayainya masuk ke dunia birokrasi.
Herman terpilih dan menjabat sebagai Kepala Desa Tokogaro, Kecamatan Bungku Barat, yang menjadi jembatan awal karier pengabdiannya.
"Mungkin ini sudah perjalanan garis tangan," kata Herman Akib saat menjadi narasumber di Podcast Tribun VIP edisi DPRD Morowali, dikutip TribunPalu, Minggu (31/5/2026).
Baca juga: Panti Pijat di Palu Dikenakan Retribusi Sampah Rp100 Ribu per Bulan
Baca juga: Kisah Muslimin Daeng Masiga, Dari Mantan Buruh Tambang Jadi Anggota DPRD Morowali
Herman mengungkapkan bahwa dasar-dasar kepemimpinan sebenarnya sudah ia pelajari sejak lama dari lingkungan keluarganya sendiri.
Sang orang tua ternyata memiliki rekam jejak yang panjang di dunia birokrasi tingkat desa di kampung halamannya.
"Saya juga basic saya orang tua di pemerintahan, orang tua puluhan tahun jadi kepala desa di Sulawesi Selatan," tutur Herman.
Pengalaman hidup bersama sang ayah diakui Herman menjadi bekal yang sangat berharga bagi dirinya.
"Paling tidak sudah ada modal untuk itu bagaimana memimpin masyarakat," ucapnya.
Ia mengenang kembali masa-masa awal saat harus bersaing di ranah politik Morowali tanpa memiliki modal jaringan kekerabatan sama sekali.
Herman sempat didera keraguan besar, namun ia memilih bertahan dan maju bermodalkan niat yang bersih demi kepentingan warga.
Pengalaman selama memimpin desa diakuinya menjadi modal utama yang membuat masyarakat Morowali percaya dan memilihnya pada pemilu legislatif.
"Poin pertama mengikuti pileg karena modal menjabat sebagai kepala desa itu paling tidak masyarakat bisa menilai," pungkas Herman Akib.(*)
Ikuti saluran TribunPalu di Whatsapp
| Akhmad Efendi: Menjaga Morowali Agar Tetap Subur, Religius, dan Sejahtera |
|
|---|
| Kisah Muslimin Daeng Masiga, Dari Mantan Buruh Tambang Jadi Anggota DPRD Morowali |
|
|---|
| Putra Bonewa: Politik Sebagai Jalan untuk Membantu Lebih Banyak Orang |
|
|---|
| Herlan Anggota DPRD Morowali, Dari Mantan Tukang Ojek dan Buruh Kasar Kini 2 Periode di Parlemen |
|
|---|
| Dilantik di Umur 27 Tahun, Gen Z Jadi Legislator DPRD Morowali |
|
|---|