Sulteng Hari Ini
Anwar Hafid Ajak Warga Sulteng Tanam Kelapa, Pasokan untuk Pabrik Morowali Masih Kurang
Kelapa pernah menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat di sejumlah daerah di Sulawesi Tengah, termasuk di wilayah Bungku.
Ringkasan Berita:
- Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengajak masyarakat kembali menanam kelapa karena komoditas tersebut memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan dan permintaan pasar yang terus meningkat.
- Pabrik pengolahan kelapa yang sedang dibangun di Morowali diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk kelapa.
- Kebutuhan bahan baku pabrik mencapai 1 juta butir kelapa per hari, namun pasokan kelapa yang tersedia saat ini masih belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut.
TRIBUNPALU.COM, PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengajak masyarakat untuk kembali mengembangkan budidaya kelapa sebagai komoditas perkebunan unggulan dinilai memiliki prospek ekonomi menjanjikan.
Ajakan tersebut disampaikan seiring meningkatnya kebutuhan bahan baku kelapa untuk mendukung operasional industri pengolahan kelapa yang saat ini tengah dibangun di Kabupaten Morowali.
Menurut Anwar, kelapa pernah menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat di sejumlah daerah di Sulawesi Tengah, termasuk di wilayah Bungku, Kabupaten Morowali.
Baca juga: Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026: Laga Dini Hari hingga Pagi Hari Waktu Indonesia
Bahkan, ia mengaku dapat merasakan langsung manfaat ekonomi dari komoditas tersebut sejak masih kecil.
“Saya ini dulu bisa sekolah karena kelapa. Di Bungku itu dulu kelapa banyak sekali, termasuk orang tua saya juga punya kelapa dulu,” ujar Anwar saat ditemui, Selasa (2/6/2026).
Ia menilai minat masyarakat terhadap budidaya kelapa dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan. Padahal, permintaan terhadap komoditas tersebut terus meningkat, baik di dalam maupun luar negeri.
“Sekarang kelapa kita tinggalkan ternyata di negeri lain justru jadi primadona,” katanya.
Karena itu, Anwar mengimbau masyarakat untuk kembali menanam kelapa sebagai investasi jangka panjang yang dapat memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan.
Selain memiliki harga jual yang semakin baik, tanaman kelapa juga dinilai lebih mudah dalam perawatan dibandingkan sejumlah komoditas perkebunan lainnya.
“Kelapa ini semua bagiannya bermanfaat, terus kelapa ini kan tidak terlalu merepotkan perawatannya seperti sawit,” jelasnya.
Baca juga: Anwar Hafid Dorong Masyarakat Kembangkan Budidaya Kelapa, Nilai Ekonomi Diprediksi Meningkat
Optimisme terhadap pengembangan sektor perkebunan kelapa semakin meningkat dengan hadirnya investasi pabrik pengolahan kelapa di Morowali.
Menurut Anwar, keberadaan industri tersebut akan membuka peluang pasar yang lebih besar bagi petani sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan melalui pengolahan produk turunan kelapa di dalam daerah.
“Kalau itu sudah jadi, kita tidak perlu lagi mengekspor kelapa bulat, karena semua bisa diolah di sini dulu seperti airnya, daging buahnya sebelum diekspor. Jadi kita bisa mengirim barang jadi dan harganya akan naik,” ungkapnya.
Anwar juga mengungkapkan kebutuhan bahan baku pabrik tersebut sangat besar.
Bahkan hingga saat ini, pasokan kelapa yang tersedia masih jauh dari kebutuhan industri yang akan beroperasi di Morowali.
| Anwar Hafid Dorong Masyarakat Kembangkan Budidaya Kelapa, Nilai Ekonomi Diprediksi Meningkat |
|
|---|
| Raih WTP 13 Kali Berturut-turut, Muhammad Safri Minta Pemprov Kejar Potensi Pajak Hilang |
|
|---|
| Muhammad Safri Apresiasi WTP ke-13 Pemprov Sulteng, Tegaskan Siap Kawal Catatan BPK |
|
|---|
| DPRD Sulteng Ingatkan Pengelolaan Dana Hibah Harus Transparan dan Tepat Sasaran |
|
|---|
| DPRD Siap Bentuk Pansus Kawal Rekomendasi BPK Usai Sulteng Raih Predikat WTP ke-13 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Gubernur-Sulawesi-Tengah-Anwar-Hafid-89i70809.jpg)