Rabu, 10 Juni 2026

Sulteng Hari Ini

KPID Sulteng Dukung Program IDAMAN, BPOM Perkuat Literasi Jamu Aman di Sulawesi Tengah

Wali Kota Palu yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan juga turut mengikuti kegiatan secara daring.

Tayang:
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
Handover
Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Tengah, Muhammad Ramadhan Tahir, menghadiri kegiatan sosialisasi sekaligus peluncuran Program Indonesia Sadar Jamu Aman (IDAMAN) yang digelar Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palu, Selasa (9/6/2026). 

Menurutnya, Indonesia memiliki lebih dari 10.000 ramuan tradisional dan hampir 20.000 jenis tanaman obat yang terdokumentasi melalui Riset Tanaman Obat dan Jamu (Ristoja).

Dari sisi industri, sektor obat bahan alam juga terus berkembang. 

Data BPOM mencatat terdapat 141 Industri Obat Bahan Alam (IOBA), 19 Industri Ekstrak Obat Bahan Alam (IEBA), 360 Usaha Mikro Obat Bahan Alam (UMOBA), 744 Usaha Kecil Obat Bahan Alam (OKOBA), serta lebih dari 10.000 perajin jamu tradisional di seluruh Indonesia.

Potensi tersebut didukung tingginya minat masyarakat terhadap obat tradisional. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, sekitar 36,9 persen masyarakat menggunakan obat tradisional, termasuk jamu.

Namun demikian, Taruna mengingatkan masih terdapat tantangan dalam pengawasan produk obat bahan alam.

Baca juga: Bawa Aspirasi Masyarakat, DPRD Tolitoli Dukung Pembentukan Kantor Imigrasi Tolitoli

Sepanjang tahun 2025, BPOM menemukan 206 produk dari 11.654 sampel obat bahan alam dan suplemen kesehatan yang positif mengandung Bahan Kimia Obat (BKO).

Selain itu, patroli siber BPOM juga menemukan lebih dari 39 ribu tautan penjualan produk obat bahan alam ilegal atau tidak memenuhi ketentuan.

"Temuan ini menunjukkan bahwa perlindungan masyarakat harus terus diperkuat. Jamu yang aman dan berkualitas hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, tenaga kesehatan, pelaku usaha hingga masyarakat," tegasnya.

Kehadiran KPID Sulawesi Tengah dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan literasi masyarakat, khususnya terkait penggunaan obat tradisional dan jamu yang aman serta sesuai ketentuan yang berlaku. (*) 

 

Sumber: Tribun Palu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved