Rabu, 10 Juni 2026

Sulteng Hari Ini

KPID Sulteng Dukung Program IDAMAN, BPOM Perkuat Literasi Jamu Aman di Sulawesi Tengah

Wali Kota Palu yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan juga turut mengikuti kegiatan secara daring.

Tayang:
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
Handover
Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Tengah, Muhammad Ramadhan Tahir, menghadiri kegiatan sosialisasi sekaligus peluncuran Program Indonesia Sadar Jamu Aman (IDAMAN) yang digelar Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palu, Selasa (9/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • BPOM Palu meluncurkan Program Indonesia Sadar Jamu Aman (IDAMAN) dalam kegiatan sosialisasi di Palu, Selasa (9/6/2026), yang juga diikuti secara daring oleh BPOM RI. 
  • Program ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat agar lebih cerdas dalam memilih jamu yang aman, bermutu, dan berizin edar, sekaligus melestarikan jamu sebagai warisan budaya dan mendukung UMKM obat bahan alam.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM,PALU - Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Tengah, Muhammad Ramadhan Tahir, menghadiri kegiatan sosialisasi sekaligus peluncuran Program Indonesia Sadar Jamu Aman (IDAMAN) yang digelar Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palu, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan berlangsung di Aula Posintomu Kantor BPOM Palu, Jalan Undata Nomor 3, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Sosialisasi tersebut dirangkaikan dengan Kick Off Program IDAMAN yang diselenggarakan BPOM RI secara daring dan diikuti peserta melalui aplikasi Zoom. 

Wali Kota Palu yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan juga turut mengikuti kegiatan secara daring.

Acara dibuka Kepala BPOM Palu, Mardianto, dan dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan, akademisi, asosiasi, pelaku usaha obat bahan alam dan jamu, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Mardianto mengatakan Program IDAMAN merupakan inisiatif BPOM untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai konsumsi jamu yang aman, sekaligus melestarikan warisan jamu Nusantara dan mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor obat bahan alam.

Baca juga: Morowali Utara Dorong Dekarbonisasi Industri Nikel untuk Saingi Pasar Baterai dan EV Global

Selain itu, program tersebut juga bertujuan membangun budaya konsumsi jamu yang aman, bermutu, dan memiliki izin edar resmi.

"Melalui program ini, masyarakat diharapkan semakin cerdas memilih jamu yang aman dengan selalu menerapkan Cek Klik, yaitu memeriksa kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa sebelum membeli atau menggunakannya," ujar Mardianto.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menyampaikan arahannya secara virtual dari Semarang.

Ia mengatakan jamu tidak hanya menjadi produk kesehatan tradisional, tetapi juga merupakan warisan budaya bangsa yang telah mendapat pengakuan dunia sebagai UNESCO Intangible Cultural Heritage atau Warisan Budaya Takbenda pada 6 Desember 2023.

"Pengakuan UNESCO menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk mengangkat jamu sebagai produk kesehatan modern yang aman, bermutu, berkhasiat, dan mampu bersaing di pasar global. Jamu adalah identitas budaya bangsa sekaligus kekuatan ekonomi rakyat yang harus kita jaga bersama," katanya.

Baca juga: Buol Pastikan Tiket Final Fahmil Quran MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah

Taruna menjelaskan penggunaan obat tradisional di Indonesia telah berlangsung sejak lama. Berbagai penelitian menunjukkan masyarakat Nusantara telah memanfaatkan tanaman obat sejak puluhan ribu tahun lalu.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved