Sulteng Hari Ini
PESBEVI Ungkap Sulteng Baru Memiliki 2 Dokter Bedah Vaskular
Menurutnya, layanan yang sebelumnya masih sangat terbatas kini terus berkembang, baik dari sisi jumlah dokter spesialis.
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- PESBEVI SulSelTraTeng mengungkapkan bahwa Sulawesi Tengah saat ini baru memiliki dua dokter spesialis bedah vaskular, jumlah yang dinilai masih jauh dari ideal.
- Ketua PESBEVI, dr. Mulawardi, menyebut total dokter spesialis vaskular di wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Tengah baru berjumlah 17 orang, sementara kebutuhan di Sulteng diperkirakan mencapai 6–7 dokter berdasarkan jumlah penduduk sekitar 3,16 juta jiwa.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU - Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular Indonesia (PESBEVI) Cabang Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah (SulSelTraTeng) mengungkapkan bahwa Sulawesi Tengah (Sulteng) saat ini baru memiliki dua dokter spesialis bedah vaskular.
Hal itu disampaikan Ketua PESBEVI SulSelTraTeng, dr Mulawardi, saat diwawancarai disela Simposium Celebes Vascular Conference ke-3 (CVC-3) yang digelar di Hotel Best Western Plus Coco Palu, Sabtu (13/6/2026).
Diketahui, simposium yang diikuti 267 tenaga kesehatan, mulai dari perawat, dokter umum hingga dokter spesialis itu bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan sekaligus memperluas pemahaman mengenai penanganan penyakit pembuluh darah di Sulawesi Tengah.
Ketua PESBEVI SulSelTraTeng, dr Mulawardi, mengatakan perkembangan layanan bedah vaskular dan endovaskular di Pulau Sulawesi dalam satu dekade terakhir menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan.
Menurutnya, layanan yang sebelumnya masih sangat terbatas kini terus berkembang, baik dari sisi jumlah dokter spesialis maupun kualitas pelayanan kesehatan.
Baca juga: Pusat Kota, Jl MT Haryono Luwuk Gelap Akibat Penerangan Jalan Tak Berfungsi
“Seperti yang disampaikan di dalam simposium tadi bahwa perkembangan satu dekade terakhir di Tanah Sulawesi alhamdulillah sangat menggembirakan. Dari yang awalnya berangkat dari titik nol, saat ini mulai berprogres menuju ke arah perbaikan baik itu dari segi kuantitas bedah vaskular dan endovaskular maupun kualitas layanan,” ujar dr Mulawardi.
Ia mengatakan, pada 10 tahun lalu masyarakat Sulawesi yang membutuhkan penanganan vaskular dengan teknologi dan layanan lebih canggih umumnya harus dirujuk ke Pulau Jawa.
Namun, seiring peningkatan sumber daya manusia dan ketersediaan peralatan medis, sebagian besar kasus penyakit pembuluh darah kini sudah dapat ditangani di Sulawesi.
“Kalau dulu orang Sulawesi itu jika butuh penanganan yang lebih update harus ke Jawa, saat ini sudah tersedia di Tanah Sulawesi,” katanya.
Meski demikian, dr Mulawardi menilai jumlah dokter spesialis bedah vaskular di kawasan Sulawesi masih belum memadai.
Baca juga: Dinkes Donggala Bentuk Tim Investigasi dan Evaluasi Puskesmas Sabang Usai Kematian Bocah
Saat ini, wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah (SulSelTraTeng) baru memiliki 17 dokter spesialis bedah vaskular dan endovaskular.
Sementara khusus di Sulawesi Tengah, jumlahnya baru mencapai dua orang.
Bedah Vaskular dan Endovaskular Indonesia (PESBEVI
Sulawesi Tengah
PESBEVI SulSelTraTeng
dr Mulawardi
| 267 Nakes di Sulteng Ikuti Simposium CVC-3 2026, Bahas Penanganan Modern Penyakit Vaskular |
|
|---|
| Gaet 16 Perusahaan Tambang, Anwar Hafid Himpun CSR Rp355 Miliar untuk Perbaikan Jalan |
|
|---|
| Lemahnya Nilai Tukar Rupiah ke Dolar AS, Guru Besar FEB Untad Minta Bereskan Tata Kelola Ekonomi |
|
|---|
| Pandangan Akademisi Untad Terkait Nilai Tukar Rupiah di Angka Rp 18.000 per Juni 2026 |
|
|---|
| PESBEVI Gelar Workshop di RSUD Anutapura, Tingkatkan Kompetensi Dokter dan Perawat di Sulteng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/du-9au90au90adajpggg.jpg)