Komunitas Sulteng
Murid SD Parigi Moutong Pelajari Pentingnya Mangrove dan Pemilahan Sampah
Agenda pengenalan itu dimotori Kelompok Pemuda Peduli Mangrove dan Kelompok Bank Sampah Nagali Desa Oncone Raya.
Penulis: Citizen Reporter | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM - Puluhan murid SD Inpres Tada, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah diperkenalkan pentingnya mangrove dan pemilhan sampah.
Agenda pengenalan itu dimotori Kelompok Pemuda Peduli Mangrove dan Kelompok Bank Sampah Nagali Desa Oncone Raya.
“Pengenalan terkait mangrove dan pemilahan sampah merupakan program kerja kelompok kami dalam rangka penyebarluasan dan pembangunan kesadaran serta kepedulian anak-anak pelajar pentingnya ekosistem mangrove dan pengolahan sampah melalui pemilahan sampah” ujar Ketua Kelompok Bank Sampah, Muhajir, melalui rilis diterima TribunPalu.com, Senin (15/6/2026).
Dia menjelaskan, 50 peserta dari kelas 4 dan 5 sekolah dasar mengikuti kegiatan selama dua hari.
Baca juga: Hari HMPI, UPT Tahura Sulteng dan ROA Tanam 1.300 Pohon di 4 Titik
Peserta menerima materi sederhana terkait jenis mangrove dan praktik menanam benih di polybag serta menanam mangrove di wilayah rehabilitasi.
Begitu pula dengan materi pemilahan sampah juga dibagikan kepada peserta.
Guru SD Inpres 2 Tada Virawati menyampaikan, anak-anak sebagai generasi penerus mesti memiliki kepedulian terhadap lingkungan utamanya terkait pengelolaan sampah dan mangrove yang mesti dipulihkan.
“Kegiatan ini sangat membantu terutama bagi anak-anak agar dapat mulai saat ini mengelola sampah sehingga bisa bernilai ekonomis dan memiliki kepedulian terkait mangrove yang berfungsi secara ekoligis menjaga lingkungan pesisir," ujar Virawati.
Menurutnya, pendidikan tentang pemilahan sampah dan mangrove sejak sekolah dasar tidak hanya menambah pengetahuan siswa, tetapi juga membentuk karakter peduli lingkungan.
Dengan memahami cara mengelola sampah dan pentingnya menjaga mangrove, siswa dapat menjadi generasi yang lebih bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan untuk masa depan.
Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan pembersihan pesisir pantai dan penanaman 2.560 mangrove di kawasan rehabilitasi di Desa Oncone Raya.
Baca juga: ROA Sulteng Perkenalkan Spesies Terancam Punah ke Anak Sekolah di Pesisir Balantak
Direktur Program Perkumpulan Relawan untuk Orang dan Alam (ROA) Rizal menyebutkan, lingkungan yang bersih dan sehat merupakan bagian penting dari kehidupan manusia.
Oleh karena itu, pendidikan lingkungan perlu diperkenalkan sejak usia dini.
Di antaranya melalui pemahaman tentang pemilahan sampah dan pentingnya ekosistem mangrove.
“Menjaga lingkungan bukanlah tugas yang dapat ditunda hingga dewasa. Melalui pemahaman tentang pemilahan sampah dan pelestarian mangrove sejak bangku sekolah dasar, anak-anak dibekali kesadaran bahwa masa depan bumi bergantung pada tindakan nyata yang dimulai hari ini," ucap Rizal.(*)
| PAPDI Sulteng Dukung Pemenuhan Dokter Spesialis di Daerah 3T |
|
|---|
| Rakerda APJI Sulteng, Wagub Reny Minta Pelaku Jasa Boga Utamakan Higienitas |
|
|---|
| Tiara Alisa Jalankan Nasi Darurat Palu Baru 10 Hari, 84 Mahasiswa Pernah Terbantu dalam Sehari |
|
|---|
| Tuntut IPR, Dewan Pertukangan Nasional Sulteng Ajak Penambang Rakyat Bersatu |
|
|---|
| Halalhihalal di Kota Palu, Ketum IKIB Ajak Warga Buol Dukung Program Pemerintah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Mangrove-di-SD-Inpres-Tada-Parigi.jpg)