Breaking News:

Ada Penolakan Pemakaman Jenazah Positif Corona, Pengusaha Ini Hibahkan Tanah 1 Ha untuk Pemakaman

Di tengah maraknya penolakan pemakaman jenazah korban korona di tanah air, ada pengusaha yang menyumbangkan tanahnya seluas 1 hektare untuk pemakaman

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
FOTO ILUSTRASI - Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Selasa (31/3/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona. 

TRIBUNPALU.COM - Di tengah maraknya penolakan pemakaman jenazah korban korona di tanah air, ada pengusaha yang menyumbangkan tanahnya seluas 1 hektare untuk lahan pemakaman.

Lahan itu diperkirakan bisa untuk 1.000an makam.

Pemakaman di lahan itu tidak dipungut biaya alias gratis.

Pengusaha keturunan Tionghoa asal Kota Tasikmalaya yang tergabung pada yayasan Bhakti menghibahkan lahan seluas 1 hektar untuk pemakaman khusus jenazah corona asal daerah setempat, Senin (6/4/2020).

Lahan berbentuk perbukitan yang jauh dari permukiman warga tersebut berlokasi di dekat bangunan krematorium Kampung Cisapi, Kelurahan Gunung Gede, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.

Penyerahan tanah hibah itu dilakukan langsung oleh pemilik lahan sekaligus pengusaha Tjandra Tjahjadi dan Tjong Djun Mien kepada Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman.

"Berawal dari kondisi adanya penolakan jenazah corona beberapa waktu lalu, Yayasan Bhakti yang salah satu pengurusnya Ko Acong tergugah hatinya untuk menghibahkan lahan 1 hektar di Cisapi, Kawalu, dijadikan pemakaman khusus corona. Kami sudah serahkan kemarin malam saat pertemuan dengan Pak Wali Kota Tasikmalaya langsung," jelas pengurus Yayasan Bhakti sekaligus Anggota DPRD dari Partai Nasdem Kota Tasikmalaya, Tjahja Wandawa, Senin Siang.

Selain pemakaman jenazah corona, kata Tjahja, lahan kosong satu hektar itu diperuntukkan juga untuk kuburan orang tidak dikenal.

Diperkirakan, lahan tersebut mampu menampung 1.000 makam dan bisa dipakai secara gratis.

Tjahja menambahkan, proses selanjutnya untuk penataan atau nantinya akan  dibuat jalan khusus akan diserahkan ke Pemkot Tasikmalaya.

"Memang luas lahan berupa gunung tersebut itu berdekatan dengan krematorium lokasinya dan jauh dari permukiman masyarakat. Sedangkan, lahan tersebut ke depannya akan dibuatkan jalan menuju lokasi atau lainnya, semuanya itu urusan pemerintah daerah karena Yayasan Bhakti hanya bisa memberikan lahan, terutama untuk kemanusiaan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Bhakti Kota Tasikmalaya Tjandra Tjahjadi mengatakan, pihaknya telah memberikan lahan satu hektar kepada pemerintah daerah untuk 1.000 makam untuk korban virus corona.

Sehingga, jika nantinya ada kasus serupa, jenazah corona tak akan kesulitan lagi mencari tempat pemakaman, dan tak akan ada lagi penolakan dari berbagai pihak.

"Kami secara sukarela menyerahkan lahan itu kepada pemerintah daerah agar digunakan oleh masyarakat, tetapi lahannya khusus para korban corona dan orang tidak dikenal. Jadi pemerintah daerah nantinya tak akan kesulitan dalam melakukan penguburannya," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengusaha Tasikmalaya Hibahkan Lahan 1 Hektar untuk Makam Korban Corona"

Editor: Imam Saputro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved