ATM Beras Gratis, Cara Pengusaha Vietnam Bantu Masyarakat di Tengah Pandemi Corona
Menanggapi hal itu, sejumlah pengusaha di Vietnam kemudian berupaya membantu para warga terdampak itu dengan memberikan beras gratis.
TRIBUNPALU.COM - Awal tahun 2020 ini publik dihebohkan dengan munculnya wabah virus corona atau Covid-19.
Berdasar data per Selasa (14/4/2020), lebih dari 1,9 juta orang di dunia dilaporkan telah terinfeksi virus corona.
Wabah virus itu sendiri telah menyebar ke lebih dari 200 negara di dunia, termasuk Vietnam.
Negara tersebut hingga kini telah melaporkan 260 kasus positif dengan nol kematian.
Meski angka kasus di sana terbilang rendah jika dibandingkan dengan negara lain, namun pemerintah setempat tetap memberlakukan aturan terkait pencegahan terjadinya penyebaran virus.
Dilansir dari CNN, otoritas setempat telah mengeluarkan kebijakan pembatasan sosial yang tentunya kemudian memberikan dampak pada sejumlah sektor termasuk ekonomi.
Banyak bisnis yang akhirnya harus tutup sementara ribuan pekerja dirumahkan.
Menanggapi hal itu, sejumlah pengusaha di sana kemudian berupaya membantu para warga terdampak itu dengan memberikan beras gratis.
Beras gratis tersebut disalurkan melalui sebuah alat selayaknya mesin ATM yang bisa digunakan untuk mengambil uang.
'ATM Beras' itu kini telah tersedia di sejumlah kota, termasuk Hanoi dan Ho Chi Minh.
• Skema Sidang Isbat Awal Ramadhan 1441 H: Disiarkan Langsung Melalui Laman Resmi Kemenag
• Cegah Penyebaran Virus Corona, India Perpanjang Masa Lockdown Hingga 3 Mei
Update Corona Global
Sementara itu, berdasarkan laporan data Johns Hopkins University per Selasa ini total kasus virus corona global mencapai 1.942.360.
Dari sekian banyak kasus itu 465 ribu pasien di antaranya telah sembuh.
Sementara, kasus kematian berada di angka 121 ribu jiwa.
• Update Corona Sulteng Selasa (14/4/2020): Total 26 Orang Berstatus PDP, Sebanyak 19 Pasien Covid-19
• Update Sebaran Corona per Selasa, 14 April 2020, Achmad Yurianto: Kasus Kematian Hampir Merata
Berikut daftar 10 negara dengan kasus terbanyak versi JHU.
Catatan: data dapat berubah sewaktu-waktu.
1. Amerika Serikat: 582.634 kasus
2. Spanyol: 172.541 kasus
3. Italia: 159.516 kasus
4. Prancis: 137.877 kasus
5. Jerman: 130.383 kasus
6. Inggris: 89.571 kasus
7. Cina: 83.306 kasus
8. Iran: 74.877 kasus
9. Turki: 61.049 kasus
10. Belgia: 31.119 kasus
(TribunPalu.com/Clarissa Fauzany)