Virus Corona
Direktur Jenderal WHO: Yang Terburuk dari Pandemi Virus Corona Covid-19 Sudah Ada di Depan Mata
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan bahwa bagian terburuk dari pandemi virus corona sudah dekat.
Sejumlah negara di dunia telah mulai membuka akses lagi setelah melihat adanya laju infeksi yang menurun.
Namun, beberapa dari negara tersebut, termasuk Singapura, juga mengalami kenaikan kasus lagi.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta para gubernur untuk membuka negara bagian yang mereka pimpin.
Padahal, para ahli telah memperingatkan, melakukan hal semacam itu terlalu dini dapat memicu kemunculan kasus virus corona Covid-19 yang lebih berbahaya.
Salah satu pakar penyakit infeksi ternama di AS, Dr. Anthony Fauci, mengatakan vaksin virus corona Covid-19 baru tersedia dalam waktu satu tahun atau 18 bulan mendatang.
Tedros tidak menjelaskan secara rinci mengenai bagaimana dirinya memperkirakan angka kematian akibat virus ini meningkat.
• ASN Jabar Rela Potong Gaji, Ridwan Kamil Ucapkan Terima Kasih dan Sebut Wujud Bela Negara
• Update WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri per Selasa, 21 April 2020: 112 WNI Dinyatakan Sembuh
• Ponpes Temboro Kluster Baru Covid-19: 43 Santri asal Malaysia Positif, 1.000 Alat Rapid Test Dikirim

Pandemi Covid-19 Masih Belum Berakhir, WHO Ingatkan Jangan Buru-buru Longgarkan Lockdown
Perkembangan penyebaran wabah virus corona Covid-19 menunjukkan perlambatan di beberapa wilayah di dunia.
Sehingga, wilayah-wilayah tersebut mulai melonggarkan aturan lockdown atau pembatasan sosial.
Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan negara-negara di dunia agar berhati-hati mencabut pembatasan, yang diberlakukan untuk menekan penyebaran virus corona.
WHO melihat pelonggaran, namun di waktu bersamaan pencabutan pembatasan sosial dapat mengakibatkan kebangkitan yang mematikan.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, saat jumpa pers Jumat (10/4/2020) waktu setempat, menyatakan terjadi perlambatan yang cukup menggembirakan dari epidemi di sejumlah negara Eropa, seperti Italia, Jerman, Spanyol, dan Prancis.
Akan tetapi, masih terjadi pula akselerasi yang mengkhawatirkan di negara lain termasuk transmisi komunitas di 16 negara Afrika.
Beberapa kota di dunia mulai melonggarkan karantina wilayah seperti yang antara lain dilakukan otoritas di China yang mencabut status karantina wilayah (lock down) di Wuhan, yang merupakan pusat corona pertama kali muncul.
Namun, tak sedikit kota-kota yang periode status karantina wilayahnya justru diperpanjang karena khawatir pencabutan karantina wilayah akan memperparah penyebaran virus corona yang hingga kini belum ditemukan vaksinnya itu.