Breaking News:

Virus Corona

Direktur Jenderal WHO: Yang Terburuk dari Pandemi Virus Corona Covid-19 Sudah Ada di Depan Mata

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan bahwa bagian terburuk dari pandemi virus corona sudah dekat.

Instagram/drtedros
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa bagian terburuk dari pandemi virus corona sudah dekat. 

Tedros tidak menjelaskan secara rinci mengenai bagaimana dirinya memperkirakan angka kematian akibat virus ini meningkat.

ASN Jabar Rela Potong Gaji, Ridwan Kamil Ucapkan Terima Kasih dan Sebut Wujud Bela Negara

Update WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri per Selasa, 21 April 2020: 112 WNI Dinyatakan Sembuh

Ponpes Temboro Kluster Baru Covid-19: 43 Santri asal Malaysia Positif, 1.000 Alat Rapid Test Dikirim

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus (Instagram/drtedros)

Pandemi Covid-19 Masih Belum Berakhir, WHO Ingatkan Jangan Buru-buru Longgarkan Lockdown

Perkembangan penyebaran wabah virus corona Covid-19 menunjukkan perlambatan di beberapa wilayah di dunia.

Sehingga, wilayah-wilayah tersebut mulai melonggarkan aturan lockdown atau pembatasan sosial.

Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan negara-negara di dunia agar berhati-hati mencabut pembatasan, yang diberlakukan untuk menekan penyebaran virus corona.

WHO melihat pelonggaran, namun di waktu bersamaan pencabutan pembatasan sosial dapat mengakibatkan kebangkitan yang mematikan.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, saat jumpa pers Jumat (10/4/2020) waktu setempat, menyatakan terjadi perlambatan yang cukup menggembirakan dari epidemi di sejumlah negara Eropa, seperti Italia, Jerman, Spanyol, dan Prancis.

Akan tetapi, masih terjadi pula akselerasi yang mengkhawatirkan di negara lain termasuk transmisi komunitas di 16 negara Afrika.

Beberapa kota di dunia mulai melonggarkan karantina wilayah seperti yang antara lain dilakukan otoritas di China yang mencabut status karantina wilayah (lock down) di Wuhan, yang merupakan pusat corona pertama kali muncul.

Namun, tak sedikit kota-kota yang periode status karantina wilayahnya justru diperpanjang karena khawatir pencabutan karantina wilayah akan memperparah penyebaran virus corona yang hingga kini belum ditemukan vaksinnya itu.

Halaman
1234
Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Imam Saputro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved