Rabu, 8 April 2026

Pakar Epidemiologi Jelaskan soal New Normal, Siapkah Indonesia Hadapi Tatanan Kehidupan Baru Ini?

Menurut Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono 'new normal' diperlukan karena pandemi virus corona Covid-19 tidak akan selesai.

YouTube KOMPASTV
Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono 

TRIBUNPALU.COM - Angka kasus infeksi virus corona Covid-19 di dunia masih terus bertambah dan belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

Bahkan, para ahli memperkirakan wabah yang sudah ditetapkan sebagai pandemi global ini masih merebak dalam waktu yang lama.

Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah tatanan kehidupan baru di mana manusia hidup dengan bayang-bayang wabah virus corona Covid-19.

Pemerintah Indonesia pun sudah mewacanakan 'new normal' agar masyarakat bisa kembali beraktifitas di tengah wabah virus corona.

Selain itu, dikabarkan kini pemerintah sedang menyiapkan protokol kesehatan untuk tatanan hidup baru ini.

Cuma Ambil Untung Rp1.000 per Porsi Geprek Bensu, Ruben Onsu: Saya Mah Bukan Usaha yang Mewah Gitu

Ada Dua Vaksin Virus Corona Covid-19 yang Sudah Masuk Tahap Uji Coba Aman terhadap Manusia

Saat Kurva Negara Tetangga Melandai, Kasus Covid-19 Indonesia Terus Meningkat: Ada 973 Kasus Harian

Menurut Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono 'new normal' diperlukan karena pandemi tidak akan selesai.

"Ya karena kita akan memasuki era dimana kita tidak bisa mengatasi pandemi secara tuntas, jadi pandemi ini tidak selesai tetapi kita bisa meredakan pandemi dan kita akan secara bertahap bisa kembali bekerja dan memasuki kehidupan normal yang baru," kata Pandu dikutip dari YouTube Berita Satu pada Kamis (21/5/2020). 

 

Sehingga segala pembatasan sosial yang dilakukan saat ini, harus dijadikan rutinitas dalam menjalani hari-hari secara normal.

Seperti halnya menggunakan masker, menjaga jarak, menjaga kebersihan dan lainnya.

Lebih lanjut, Pandu menilai 'new normal' bukan berarti hidup berdampingan dengan virus corona.

"Sebenarnya bukan hidup berdampingan, kita tidak berdamai dengan virus karena virus itu kalau berdamaikan berarti tidak menginfeksi orang," jelas Pandu.

"Tapi virus akan terus menyerang kita, jadi kita harus meningkatkan kewaspadaan yang lebih ketat lagi karena kita akan kembali dalam kehidupan bekerja, berinteraksi dengan banyak orang dan ini yang membuat kita harus lebih waspada," tambahnya.

Turut Berduka atas Wafatnya Perawat Berstatus PDP Covid-19, AHY Ingatkan Sikap Jujur dan Terbuka

Langkah Antisipasi Pandemi, Wuhan Resmi Keluarkan Aturan Larangan Konsumsi dan Peternakan Hewan Liar

Update Virus Corona di Indonesia per Kamis, 21 Mei 2020: Alami Lonjakan, Kasus Positif Capai 20 Ribu

Siapkah Indonesia Hadapi 'New Normal'?

Menurut Pandu, baik pemerintah maupun masyarakat belum begitu siap dengan kondisi hidup yang baru.

"Memang pemerintah dan pemerintah daerah belum siap apalagi masyarakat," ujarnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved