Breaking News:

Jenazah Pasien Corona Diambil Keluarga setelah Dijamin Anggota DPRD,Dirut RSUD Daya Makassar Dicopot

Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin mencopot Direktur Utama RSUD Daya dr Ardin Sani dari jabatannya.

(Istimewa)
Jenazah pasien Covid-19 dibawa pulang pihak keluarga setelah dijamin oleh anggota DPRD Makassar, Sabtu (27/6/2020). 

TRIBUNPALU.COM - Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin mencopot Direktur Utama RSUD Daya dr Ardin Sani dari jabatannya.

Pencopotan Ardin ini berdasarkan surat keputusan Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin tertanggal 29 Juni 2020.

“Suratnya baru diterima tadi, tapi suratnya tertanggal 29 Juni 2020. Dalam surat itu, hanya dicantumkan pemberhentian sementara dan tidak ada alasannya,” ujar Humas RSUD Daya Wisnu Maulana kepada wartawan, Selasa (30/6/2020).

2 Hari setelah Menikah, Pengantin Pria Meninggal, 95 Tamu Positif Covid-19

Diselamatkan setelah Terombang-ambing di Laut, Hasil Tes 99 Pengungsi Rohingya Negatif Covid-19

Nilai Ada yang Salah dalam Strategi Penanganan Covid-19 oleh Pemerintah, Ahli Ingatkan Hal Ini

Wisnu menambahkan, posisi dr Ardin Sani akan diisi Direktur 2 RS Daya drg Hasni.

“Pengganti sementara drg Hasni hanya berlaku seminggu tertanggal 29 Juni hingga 6 Juli 2020. Saya tidak tahu alasannya pencopotan itu dan penggantian sementara yang hanya seminggu. Saya juga tidak mau tanya-tanya, karena kelihatan dr Ardin Sani lagi sedih,” tuturnya.

Asisten Pemerintahan yang juga menjabat Ketua Satuan Tugas Penegakan Disiplin Gugus Tugas Covid-19 Makassar, Sabri mengatakan, pencopotan tersebut merupakan bentuk pembiaran atas kasus pengambilan jenazah positif Covid19 oleh pihak keluarga.

“Keputusan ini diambil oleh Pak Wali Rudy setelah melalui pertimbangan yang matang, di mana protokol kesehatan yang berlaku hukumnya wajib untuk ditegakkan di tengah masyarakat. Apalagi saat ini pandemi Covid-19 di Makassar semakin hari semakin meningkat,” ujar Sabri.

Dia berharap kejadian serupa tidak terjadi di Makassar.

Corona Belum Usai, Muncul Virus Baru di China yang Berasal dari Babi, Mirip Flu Babi

Ibu Hamil di Surabaya Terinfeksi Covid-19 setelah Mandikan Jenazah Mertua yang Positif Corona

“Ini tidak boleh terjadi lagi baik di rumah sakit pemerintah maupun swasta. Kita harus mengajarkan kepada masyarakat mengenai protokol kesehatan. Jika dibiarkan sama artinya pemerintah telah melonggarkan aturan yang telah ditetapkannya sendiri,” tuturnya.

Karena itu, Sabri mengingatkan kepada seluruh pimpinan OPD, camat maupun lurah tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan aturan yang berlaku.

Halaman
12
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved