Breaking News:

Saran Akademisi untuk Pemerintah Terkait Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Ketahanan Pangan

Wabah Covid-19 telah dikhawatirkan akan mengganggu ketersediaan dan pasokan pangan di kalangan masyarakat Indonesia.

TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
ILUSTRASI - Petani memanen sayuran di ladang Jalan Anggur, Kelurahan Boyaoge, Kecamatan Tatanga, Jumat (16/8/2019). 

TRIBUNPALU.COM - Wabah virus corona Covid-19 yang terus merebak di Indonesia, telah menimbulkan dampak yang besar terhadap berbagai sektor.

Mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga pangan.

Wabah Covid-19 telah dikhawatirkan akan mengganggu ketersediaan dan pasokan pangan di kalangan masyarakat Indonesia.

Karena itu, meski wabah Covid-19 masih terjadi dan cenderung tinggi, kegiatan produksi dan distribusi bahan pangan harus tetap berjalan di tengah pandemi saat ini. 

Stabilisasi harga pangan selalu diupayakan pemerintah agar pasokan makanan cukup.

Dosen Food Technology Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L) Rayyane Mazaya Syifa Insani mengatakan, pandemi ini berdampak besar pada ketahanan pangan. 

Perlakuan Istimewa Sapi Kurban Milik Joko Widodo yang Harganya Rp89 Juta dan Berbobot 1,2 Ton

Senin 27 Juli Sore, Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp 14.535 per Dolar AS

Indonesia Alami Suhu Dingin Belakangan Ini, Pertanda Puncak Musim Kemarau? Ini Penjelasan BMKG

Penggunaan Masker saat Berolahraga Tak Akan Ganggu Pernafasan, Asalkan . . .

Mengutip data badan pangan dunia seperti Food and Agriculture Organization (FAO), International Food Policy Research Institute (IFPRI) dan United Nation (UN), Rayyane menyatakan, pandemi Covid-19 dapat memunculkan krisis pangan baru yang mempengaruhi ketahanan pangan suatu negara, terutama negara miskin dan berkembang.

“Pandemi ini menyebabkan gangguan sistem logistik global yang berdampak pada persoalan akses pangan," ungkap Rayyane Mazaya Syifa Insani dalam keterangan yang diterima Kontan.co.id, Senin (27/7/2020).

Dia menjelaskan, di Indonesia dan juga negara lain yang memiliki tingkat ekonomi serupa atau di bawah Indonesia, masalah akses pangan yang timbul umumnya dipengaruhi penghasilan masyarakat yang tidak memadai, bahkan sekedar untuk membeli pangan pokok.

"Banyaknya masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat Covid-19, menyumbang andil pada menurunnya ketahanan pangan sampai masyarakat harus bergantung pada bantuan pangan dari pemerintah” ujarnya. 

Halaman
1234
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved