Rangkaian Ibadah Haji Dimulai Rabu Hari Ini, Jamaah Diwajibkan Pakai Masker dan Jaga Jarak
Jamaah haji dijadwalkan berangkat ke Thaif pada 8 Zulhijjah 1441H atau 29 Juli 2020 untuk mengambil miqat dan berihram.
Sementara itu, belum lama ini tersiar kabar bahwa otoritas setempat telah mengambil kebijakan untuk menutupi Kakbah.
Jamaah haji juga dilarang untuk menyentuh Kakbah guna mencegah potensi penyebaran virus.
Selain pelaksanaan sejumlah protokol kesehatan, setiap jamaah juga mendapat sejumlah perlengkapan termasuk batu kerikil untuk lempar jumrah yang telah disterilisasi.
Mereka juga dibekali dengan disinfektan, masker, sajadah, dan pakaian ihram.

• WHO: Kasus Covid-19 Segera Capai Angka 10 Juta Infeksi, Dukung Keputusan Arab Gelar Haji Terbatas
Sementara itu, Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali mengatakan bahwa jamaah haji telah tiba di Jeddah secara bertahap sejak 25 Juli 2020 lalu, demikian dikutip dari laman Kemenag.
Para jamaah ini kemudian diberangkatkan ke Mekkah menggunakan bus yang dibatasi hanya 12 sampai dengan 15 penumpang di setiap pemberangkatannya.
Adapun jamaah haji dijadwalkan berangkat ke Thaif pada 8 Zulhijjah 1441H atau 29 Juli 2020 ini untuk mengambil miqat dan berihram.
Selanjutnya, mereka akan diantar ke Masjidil Haram untuk melaksanakan Thawaf Qudum dan menjalani prosesi Tarwiyah di Mina.
• Selama Musim Haji, Arab Saudi Terapkan Denda Rp38 Juta bagi Pendatang yang Masuk Mekkah Tanpa Izin
Pada 9 Zulhijjah 1441H pagi, atau bertepatan dengan 30 Juli 2020, jamaah akan bergerak ke Arafah untuk menjalani wukuf sebelum akhirnya ke Muzdalifah.
Keesokan harinya, yakni pada 10 Zulhijjah atau 31 Juli, jamaah akan bertandang ke Jamarat dan melakukan lempar jumrah aqabah.
Berikutnya, mereka akan melaksanakan Thawaf Ifadlah di Masjidil Haram dan kemudian mabit atau bermalam di Mina selama hari Tasyriq.
"Thawaf Wada' dilakukan pada 2 Agustus untuk selanjutnya jamaah meninggalkan Mekah," ungkap Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali.
(TribunPalu.com/Clarissa)