Cara Cek Kesehatan untuk Wanita: Simak Arti Warna Darah Menstruasi yang Selalu Berbeda Tiap Bulannya
Warna darah haid bisa menjadi indikator atau cara cek kesehatan bagi wanita, mulai dari tanda kesuburan hingga menunjukkan gejala penyakit tertentu.
TRIBUNPALU.COM - Menstruasi atau datang bulan atau haid adalah salah satu hal normal yang dialami seorang wanita.
Namun, jika diperhatikan ternyata warna darah yang keluar saat menstruasi cenderung berbeda-beda.
Perbedaan warna darah haid biasanya dipengaruhi oleh kondisi kesehatan si wanita pada saat itu.
Oleh karena itu, warna darah menstruasi bisa menjadi indikator atau cara cek kesehatan bagi wanita, mulai dari tanda kesuburan hingga menunjukkan gejala penyakit tertentu.
Simak beberapa jenis warna darah menstruasi yang bisa dengan mudah dipantau dengan kasat mata, berikut artinya di bawah ini.
Merah Cerah
Warna ini biasa disebut dengan "cranberry red" karena warnanya mirip dengan buah cranberry.
Warna darah merah cerah ini menandakan bahwa zat besi yang dihasilkan dalam tubuh bekerja dengan baik.
Selain itu, juga menandakan tubuh dan organ reproduksi dalam kondisi sehat dan cukup subur.
Artinya, setelah haid berakhir, terdapat tempat sel telur yang siap dibuahi nantinya.
Menurut Dr. Karen Carcamo, M.D., M.P.H., ob-gyn dari Institute for Women's Health di San Antonio dari menyatakan bahwa masa haid dimulai saat lapisan rahim keluar.
"Biasanya, ketika aliran darah masuk ke alurnya dan berada pada titik terberatnya, itu akan berwarna merah cerah, yang berarti lapisan itu menumpahkan secara normal dan darah mengalir melalui sistem dengan cepat,", ujar Dr. Carcamo.
Baca juga: Cara Cek Kesehatan: 8 Tanda Kadar Gula Darah Tinggi, Sering Buang Air Kecil hingga Kulit Kering
Baca juga: Cara Cek Kesehatan Mata Anak: Kenali Gejala dan 8 Penyebab Penyakit Katarak yang Harus Diwaspadai
Baca juga: Cara Cek Kesehatan Khusus Wanita: Waspadai Jika Muncul Gejala Ini, Bisa Jadi Tanda Penyakit Diabetes
Baca juga: Cara Cek Kesehatan Tubuh Lewat 11 Warna dan Kondisi Urine, Kecokelatan Indikasi Dehidrasi
Pink muda
Jika warna darah haid berubah menjadi pink muda atau merah pucat, sebaiknya perlu diwaspadai.
Pasalnya, warna darah haid ini menandakan bahwa kadar esterogen dalam tubuh cukup rendah.
Kadar esterogen pada wanita dapat berkurang akibat adanya aktivitas fisik yang terlalu berat seperti workout atau aktivitas lainnya.
Selain itu, Dr. Carcamo menjelaskan bahwa kekurangan esterogen dapat menyebabkan osteoporosis, perubahan suasana hati, masalah jantung, kekeringan di area kewanitaan, dan manimbulkan masalah kehamilan.
Kekurangan zat besi juga menjadi salah satu penyebab darah haid berwarna merah pucat ini.
Merah gelap disertai gumpalan
Biasanya terjadi pada hari pertama hingga kedua atau hari terakhir periode haid wanita.
Warna darah haid merah seperti ini biasa cukup menyakitkan bagi wanita, karena terkadang jika gumpalan merah tersebut ikut keluar akan mengakibatkan rasa nyeri pada perut.
Namun, menurut Dr. Carcamo, warna gelap ini kemungkinan hanya darah yang lebih tua dan telah menghabiskan lebih banyak waktu dalam tubuh.
"Hal ini terjadi karena kita tidak terlalu banyak berdarah, sehingga perlu waktu lebih lama untuk jatuh pada pembalut dan mengeluarkan gumpalan merah juga" kata Dr. Carcamo.
Selama waktu itu, darah teroksidasi, yang membuatnya lebih gelap.
Kehitaman
Warna darah ini harus sangat diwaspadai karena bukan hanya masalah yang cukup sepele.
Pada beberapa wanita yang didapati warana darah seperti ini, biasanya akan mengalami kesulitan untuk hamil.
Hal ini akan berisiko terjadinya masalah pendarahan yang memengaruhi plasenta bayi semasa kehamilan.
Baca juga: Selain Jokowi, Ini Daftar Nama Tokoh Indonesia yang Jadi Nama Jalan di Luar Negeri
Baca juga: Pesinetron Lidya Pratiwi Ganti Nama Jadi Maria Eleanor Seusai Bebas dari Penjara, Ini Alasannya
Baca juga: YL, Wanita yang Tewas Terbakar di Dalam Mobil di Sukoharjo, Masih Kerabat Presiden Joko Widodo
Baca juga: CDC AS Ungkap Ada Lebih Banyak Kasus Kematian selama Pandemi Covid-19 daripada Tahun-tahun Biasa
Merah dan Keabu-abuan
Waspadai warna darah seperti ini karena dapat menandakan keguguran dini pada wanita yang sedang hamil muda.
"Sekitar 10 hingga 20 persen wanita yang mengetahui bahwa mereka hamil akan mengalami keguguran dini, biasanya dalam 10 minggu pertama jika mendapati darah berwarna seperti ini,", kata Dr. Carcamo.
Selain itu, bisa jadi menandakan adanya penyakit atau infeksi menular seksual jika disertai bau tak sedap.
Kecokelatan
Warna darah haid yang berwarna kecokelatan berasal dari lapisan dalam uterus dan darah lama yang baru bisa dikeluarkan oleh tubuh.
Biasanya, darah haid kecokelatan muncul jika suhu tubuh berada di atas 36 derajat Celcius, hal ini terjadi karena darah teroksidasi.
Suhu tubuh yang tinggi dapat berpengaruh negatif terhadap masa subur.
Namun, warna darah menstruasi yang kecokelatan ini masih sangat umum terjadi pada beberapa wanita.
Merah encer (berair)
Masa yang sangat berair mungkin merupakan indikasi kanker tuba fallopi, kata Dr. Carcamo.
"Jangan panik dulu. Ini sangat jarang dan hanya terdapat 1-2% dari semua kanker terkait ginekologi. Saya tidak ingin orang takut terkena kanker tuba falopi, tetapi jika wanita yang memiliki cairan encer yang berlebihan, mungkin ide yang baik adalah berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu," kata Dr. Carcamo.
Nah, bagaimana, sudah mulai paham kan mengenai warna darah yang dihasilkan saat menstruasi?
Mulai sekarang, yuk cek warna darah yang kita keluarkan saat menstruasi. (*)
Artikel ini telah tayang di Grid.ID dengan judul Arti dari Warna Darah Menstruasi yang Selalu Tak Sama Setiap Bulannya