CDC AS Ungkap Ada Lebih Banyak Kasus Kematian selama Pandemi Covid-19 daripada Tahun-tahun Biasa

Laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS memperkirakan, setidaknya 299.028 orang meninggal dunia antara 26 Januari dan 3 Oktober 2020.

OLGA MALTSEVA / AFP
ILUSTRASI - Pekerja pemakaman yang mengenakan alat pelindung saat mengubur korban virus corona di pemakaman di pinggiran Saint Petersburg pada 6 Mei 2020. 

TRIBUNPALU.COM - Pandemi virus corona Covid-19 telah menewaskan lebih dari satu juta orang di seluruh dunia.

Dari total kasus kematian akibat Covid-19 secara global, Amerika Serikat menduduki peringkat pertama.

Data Covid-19 dari worldometers.info per Rabu (21/10/2020) pukul 13:18 WIB menunjukkan, angka kematian di Amerika Serikat tercatat sebesar 226.149.

Angka tersebut menyumbang catatan kasus kematian secara umum di Amerika Serikat.

Baca juga: Siap-siap, Drama Korea Voice Bakal Garap Musim ke-4: Dijadwalkan Tayang Tahun 2021!

Baca juga: Update Covid-19 Global Rabu, 21 Oktober 2020 Siang: Kasus Infeksi di Argentina Capai 1 Juta

Baca juga: Miris Lihat Isi Komentar di Akun Instagram Ayu Ting Ting, Anne Avantie: Kok Nggak pada Takut Dosa

Amerika Serikat melaporkan ada lebih banyak kasus kematian pada tahun 2020 selama pandemi virus corona.

Laporan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) memperkirakan, setidaknya 299.028 orang meninggal dunia dalam periode 26 Januari hingga 3 Oktober 2020.

Angka ini lebih besar daripada angka rata-rata kematian yang tercatat di tahun-tahun sebelumnya.

Dari angka kematian di AS yang mencapai hampir 300.000 itu, setidaknya dua pertiga-nya diakibatkan oleh COVID-19.

Dikutip TribunPalu.com dari laman Channel News Asia, sebuah laporan pemerintah yang dirilis pada Selasa (20/10/2020) menunjukkan, kematian akibat COVID-19 sendiri kemungkinan belum terhitung semuanya.

Sementara, CDC mengatakan, sekitar 216.000 kematian akibat virus corona di AS telah dilaporkan pada pertengahan bulan ini.

"Ini mungkin terlihat meremehkan dampak pandemi Covid-19 pada angka kematian secara keseluruhan," kata laporan tersebut.

"Ada banyak faktor yang dapat berkontribusi pada peningkatan kasus kematian secara tidak langsung karena pandemi COVID-19, dengan disrupsi pada layanan perawatan kesehatan menjadi salah satu faktornya," kata penulis studi Lauren Rossen, dari Pusat Statistik Kesehatan Nasional CDC, kepada Reuters.

Baca juga: Respon Maruf Amin saat Dituding Punya Kepentingan di Balik Pilkada 2020 Tetap Digelar

Baca juga: Jawaban Maruf Amin Saat Disinggung Jarang Tampil di Depan Publik: Tidak Ada Dua Matahari

Baca juga: Satu Tahun Jokowi-Maruf Amin, Fadli Zon: Sepertinya Hanya Presiden yang Merasa Tak Ada Beban

Hitungan tersebut juga masih belum mencakup angka kematian yang secara tidak langsung terkait dengan pandemi.

Misalnya, kematian yang disebabkan oleh gangguan dalam akses atau pemanfaatan layanan kesehatan, dan dari sejumlah kondisi seperti penyakit Alzheimer, demensia, dan penyakit pernapasan, kata laporan itu.

Namun, angka itu juga dapat mencerminkan peningkatan kematian yang tidak terkait dengan COVID-19.

Halaman
12
Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved