Breaking News:

Sidang Putusan Kasus ''IDI Kacung WHO'' Digelar Kamis Lusa, Ini Harapan Jerinx

Jerinx akan menghadapi sidang putusan pada Kamis (19/11/2020) mendatang terkait kasus dugaan ujaran kebencian "IDI Kacung WHO."

KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG
Drummer grup band Superman is Dead (SID) Jerinx saat ditemui di gala premiere film Mama Mama Jagoan di XXI Epicentrum, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (15/11/2018). 

TRIBUNPALU.COM - Kasus dugaan ujaran kebencian 'IDI Kacung WHO' yang melibatkan musisi I Gede Ari Astina alias Jerinx (JRX) masih terus bergulir.

Jerinx sendiri akan menghadapi sidang putusan pada Kamis (19/11/2020) mendatang.

Hal tersebut disampaikan majelis hakim usai sidang dengan agenda duplik atau tanggapan tim penasihat hukum Jerinx terhadap replik tim Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Ditemui usai sidang, penggebuk drum Superman Is Dead (SID) ini pun berharap majelis hakim memberikan putusan yang seadil-adil terkait perkara dugaan ujaran kebencian yang dilaporkan Ikatan Dokter (IDI) cabang Bali.

"Jadi harapan saya semoga ibu hakim, bapak hakim bisa memberikan keputusan yang seadil-adilnya. Ya sebagai sesama ibu, mungkin ibu hakim dan saya masih ada utang cucu pertama kepada orangtua saya," ucap Jerinx, Selasa (17/11/2020).

Suami Nora Alexandra itu kembali berharap agar diberikan kemudahan dalam proses hukum yang tengah dijalaninya ini.

Baca juga: Kontak Senjata dengan Satgas Tinombala di Sulteng, 2 Terduga Anggota MIT Tewas

Baca juga: Satgas Covid-19 Bagikan 20.000 Masker di Hajatan Rizieq Shihab, Komisi VIII DPR Lontarkan Kritikan

Baca juga: Penerapan PSBB di DKI Jakarta oleh Anies Baswedan Dinilai Berstandar Ganda

I Gede Ary Astina alias Jerinx (JRX) akan menghadapi sidang putusan dalam kasus 'IDI Kacung WHO', Kamis (19/11/2020) mendatang.
I Gede Ary Astina alias Jerinx (JRX) akan menghadapi sidang putusan dalam kasus 'IDI Kacung WHO', Kamis (19/11/2020) mendatang. (Tribun Bali/Rizal Fanany)

"Semoga saya bisa diberikan kemudahan. Jangan sampai gara-gara berpendapat, saya bisa sampai menyakiti perasaan orangtua saya. Saya anak tunggal. Jangan hanya gara-gara menyampaikan pendapat, rumah tangga bisa hancur. Semua ini bisa diselesaikan dengan cara yang lebih baik. Kita buktikan Indonesia ini negara yang bijaksana, bukan negara yang otoriter," ujar Jerinx.

Sebelumnya, Jerinx menerangkan terkait duplik yang diajukan tim penasihat hukumnya.

Dari duplik itu, tim hukum Jerinx kembali membongkar tuntutan serta replik yang diajukan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dianggap meng-copy paste keterangan ahli bahasa, Wahyu Aji Wibowo.

Wahyu Aji Wibowo sendiri diajukan sebagai ahli bahasa oleh tim jaksa.

Halaman
1234
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved