Varian Baru Virus Corona Afrika Selatan Disebut Lebih Berbahaya, Dikhawatirkan Ancam Vaksin
Varian virus corona baru yang muncul di Afrika Selatan dikhawatirkan akan lebih berbahaya dari strain corona di Inggris.
TRIBUNPALU.COM - Virus corona yang menyebabkan Covid-19 semakin menunjukkan eksistensinya.
Bagaimana tidak, bukannya semakin melemah virus corona justru bermutasi setiap saat.
Virus corona baru mengembangkan mutasi yang signifikan di awal pandemi, diyakini telah meningkatkan infektivitasnya.
Peneliti harus mengikuti mutasi ini dengan cermat karena berbagai alasan.
Pertama, mutasi penting untuk penelitian vaksin, karena obat harus disesuaikan dengan jenis baru seperti yang terjadi pada flu.
Kedua, pengurutan genetik dapat membuktikan infeksi ulang virus corona dan kekebalan Covid-19. Hal ini masih membutuhkan lebih banyak data di dunia.
Baca juga: 14 Provinsi Ini Akui Siap Membuka Belajar Tatap Muka di Tengah Pandemi Covid-19
Baca juga: Update Virus Corona di Indonesia, 5 Januari 2021: Tambahan 7.445 Kasus Baru, total Kasus 779.548
Baca juga: Update WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri, 5 Januari 2021: 14 Kasus Baru, 12 Tambahan Pasien Sembuh
Terakhir, mengetahui dengan tepat bagaimana virus berevolusi dan bermutasi berguna untuk menyusun protokol baru dalam rangka mencegah dan menangani infeksi.
Dua negara mengumumkan dua varian baru virus corona pada minggu-minggu terakhir di tahun 2020, yakni B.1.1.7 dari Inggris dan 501.V2 dari Afrika Selatan.
Keduanya lebih menular daripada nenek moyang mereka, kata laporan awal.
Namun, para ahli Inggris percaya strain Afrika Selatan mungkin lebih berbahaya daripada B.1.1.7.
Ahli menyebut varian 501.V2 Afrika Selatan bisa mengembangkan perubahan yang memungkinkannya menghindari atau kebal vaksin.
Dilansir BGR, Senin (4/1/2021), peningkatan infektivitas B.1.1.7 tampaknya terbukti, setelah Inggris mengumumkan catatan pandemi baru usai ada lonjakan kasus yang besar.
Varian virus corona Inggris B.1.1.7 tidak menyebabkan Covid-19 yang lebih parah, dan orang yang selamat dari penyakit tersebut tampaknya tidak berisiko terinfeksi ulang.
Anthony Fauci, pakar imunologi asal AS mengatakan beberapa hari yang lalu, vaksin yang ada saat ini tetap efektif melawan melawan varian baru virus corona Inggris.
Baca juga: Presiden Jokowi akan Disuntik Vaksin Covid-19 pada 13 Januari 2021
Pembuat vaksin, termasuk BioNTech dan Moderna, mengatakan mereka berharap obat mereka bekerja pada B.1.1.7. Namun masih butuh pengujian lebih lanjut.