Breaking News:

Madu Palsu Beredar di Sulteng

Tak Hanya di Sulteng, Madu Palsu asal Kota Palu Dipasarkan di 3 Provinsi

Direktur Kriminal Khusus Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah Kombes Pol Afrizal menyebutkan madu palsu asal Kota Palu sudah dipasarkan di tiga p

TRIBUNPALU.COM/HAQIR
Tersangka dan barang bukti madu palsu yang diamankan di Mapolda Sulteng Jl Soekarno-Hatta, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (11/1/2021) siang. 

Laporan wartawan Tribun Palu, Haqir Muhaqir

TRIBUNPALU.COM, PALU - Direktur Kriminal Khusus Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah Kombes Pol Afrizal menyebutkan madu palsu asal Kota Palu sudah dipasarkan di tiga provinsi.

"Barang-barang yang sudah beredar ada di tiga daerah, di Kota Palu Sulteng, Manado Sulawesi Utara, dan Kota Gorontalo di Provinsi Gorontalo," jelas Afrizal, saat ditemui di Mako Polda Sulteng Jl Soekarno-Hatta, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (11/1/2021) siang.

Dirkrimsus Polda Sulteng sudah berkoordinasi dengan kepolisian di Sulawesi Utara dan Gorontalo untuk melakukan penarikan madu palsu dari pasaran.

Madu tersebut tidak layak dikonsumsi, karena kandungan gula pasir dan gula merah/aren yang dicampur dengan madu 889.71 Mg per Kg.

Baca juga: Pengedar Madu Palsu di Kota Palu Sulteng Dijerat 5 Tahun Penjara

Baca juga: Polda Sulteng Gerebek Pabrik Madu Palsu di Kota Palu, Sita 1.417 Botol dan Puluhan Jeriken

Baca juga: Bayi Diduga Hasil Hubungan Gelap Ditemukan Warga di Terminal Mamboro Kota Palu

Padahal seharusnya, campuran madu maksimal 50 mg per Kg.

"Jadi yang dikonsumsi hanya gula pasir dan gula merah yang terbanyak, bukan madu," ujar Afrizal.

Sebanyak 1.417 botol dan sejumlah jeriken berisi madu palsu disita Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulawesi Tengah.

Madu olahan rumah tangga yang tidak memiliki izin edar itu disita dari polisi sejak 30 Desember 2020.

MR memproduksi madu palsu di kos-kosan di Jl Anoa II, Kelurahan Tatura Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Selain dari rumah pelaku, polisi juga menyita 664 botol madu palsu dari sejumlah apotek, toko obat dan swalayan di Kota Palu.

Dijerat 5 Tahun Penjara

Pengedar madu palsu yang ditangkap polisi di Kota Palu dijerat Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

Direktur Kriminal Khusus Polda Sulteng Kombes Pol Afrizal mengatakan, tersangka juga dijerat Undang-undang tentang pangan sebagaimana diubah dalam Undang-undang Nomor 11 ahun 2020 tentang cipta kerja.

"Dengan ancaman hukuman 5 tahun dan denda Rp2 miliar," ucap Afrizal saat ditemui di Mako Polda Sulteng, Jl Soekarno-Hatta, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (11/1/2021) siang.(*)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved