Breaking News:

RSUD Undata Palu

RSUD Undata Palu Kini Layani Donor Plasma Darah Pasien Covid-19, Begini Penampakan dan Manfaatnya

Plasma konvalesen adalah plasma darah yang diambil dari pasien Covid-19 yang telah sembuh kemudian diproses agar dapat diberikan kepada pasien

TRIBUNPALU.COM/ELA
Rumah Sakit Umum Daerah Undata (RSUD) Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), kini memiliki alat pendonor Plasma Konvalesen dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Nur Saleha

TRIBUNPALU.COM, PALU - Rumah Sakit Umum Daerah Undata (RSUD) Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), kini memiliki alat pendonor Plasma Konvalesen dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.

Plasma Konvalesen adalah plasma darah yang diambil dari pasien Covid-19 yang telah sembuh kemudian diproses agar dapat diberikan kepada pasien dalam masa pemulihan setelah terinfeksi.

Alat itu datang Januari 2021, tiap provinsi mendapatkan satu alat.

Untuk Provinsi Sulteng, alat donor Plasma Konvalesen hanya ada di RSUD Undata Palu.

Menurut Wakil Direktur RS Undata dr Amsyar Praja, alat pendonor siap digunakan jika ada permintaan dari dokter.

Rektor Untad: 7.346 Mahasiswa Semester Pandemi Tak Bayar UKT Harus Cuti

Pasha Ungu Rangkul Musisi Kota Palu, Ajak Majukan Industri Musik Indonesia

Longsor Tutup Jalan di Desa Walandano, Akses Palu-Tolitoli Terputus Total

"Banyak sudah pendonor yang sudah didata, pendonor itu yang pernah terpapar," kata Amsyar, Rabu (10/2/2021) siang.

Tetapi, bagi pendonor yang ingin melakukan donor Plasma Konvalesen, harus mengikuti prosedur.

"Cuma tidak sesederhana itu karena terkait tempat penyimpanannya, kemudian itu harus di periksa dulu antibodi yang mau mendonor, ada syarat-syaratnya itu," jelas wakil direktur RS Undata

Mengutip data dari Kementerian Dalam Negeri per tanggal 16 Mei 2020, Pemda Sulteng telah mengalokasikan anggaran percepatan penanganan Covid-19 sebesar Rp 900 miliar.

Terdiri dari penanganan dampak ekonomi sebesar 14 persen atau Rp125,8 miliar.

Anggaran untuk jaring pengamanan sosial sebesar 22 persen atau Rp 200,4 miliar.

Dan anggaran terbesar, alokasi untuk kesehatan sebesar 64 peresen atau Rp 573,8 miliar.(*)

Penulis: Nur Saleha
Editor: mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved