Setahun Covid-19 di Indonesia, Masih Ingat Pasien Pertama Sita Tyasutami? Begini Kabarnya Sekarang

Sudah setahun Covid-19 di Indonesia, lantas bagaimana kabar pasien 1? Berikut ulasannya.

Instagram @sitatyasutami
FOTO: Sita Tyasutami (kanan) yang merupakan pasien 1 Covid-19 Indonesia, sedangkan Maria Darmaningsih (tengah) adalah pasien 2 

Akan tetapi saat dibawa ke rumah sakit di Jakarta, ia tidak langsung didiagnosis positif Covid-19.

Begitu pun dengan ibunya, Maria Darmaningsih, yang menjadi pasien 2.

Saat keduanya menanti di kamar rumah sakit yang terpisah dan menanti hasil tes virus corona, Presiden Joko Widodo membuat pengumuman mengejutkan.

Jokowi juga mengungkapkan keduanya sedang dirawat di rumah sakit Jakarta.

Pengumuman itu sekaligus menjadi penanda bahwa virus corona telah masuk Indonesia.

Tyasutami dan ibunya tidak percaya saat presiden mengumumkan hal itu.

Mulai dari profil mereka, umur, gejala, dan riwayat kontak.

Akan tetapi Jokowi tidak menyebut nama pasien, dan menggantinya dengan angka yakni pasien 1 dan 2.

Tyasutami lalu bertanya ke perawat, apakah rumah sakit merawat pasien virus corona lainnya.

Perawat menjawab: "Tidak. Saya bingung, saya marah, saya sedih. Saya tidak tahu harus berbuat apa karena itu semua di media." kata Tyasutami kepada BBC.

Sebelum diagnosis, Tyasutami menjalani hari-harinya sebagai penari profesional, manajer seni pertunjukan, saudara perempuan, anak perempuan, dan seorang teman.

Namun setelah diagnosis, identitasnya direduksi menjadi hanya dua kata: pasien 1.

Catatan medisnya bocor, rincian kasusnya salah dilaporkan, dan gosip marak beredar secara online.

Baca juga: Hari Pertama Masuk Kerja, Wali Kota Palu Terbitkan Edaran bagi ASN, Apa itu? Ini Isinya

Baca juga: Positif Covid-19 di Tojo Una-una Tembus 459 Kasus, Kapolsek Perintahkan Anggotanya Dirapit Test

Baca juga: Warganya Tak Sadar Kebersihan, Sampah Menumpuk di Jl Sis Aljufri Palu Barat

Gejalanya bermula dengan tenggorokan gatal. Tyasutami awalnya menghiraukan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, menurutnya.

Kemudian 17 Februari 2020 pagi, dia terbangun dengan gejala yang lebih dari sekadar penyakit ringan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved