Setahun Covid-19 di Indonesia, Masih Ingat Pasien Pertama Sita Tyasutami? Begini Kabarnya Sekarang

Sudah setahun Covid-19 di Indonesia, lantas bagaimana kabar pasien 1? Berikut ulasannya.

Instagram @sitatyasutami
FOTO: Sita Tyasutami (kanan) yang merupakan pasien 1 Covid-19 Indonesia, sedangkan Maria Darmaningsih (tengah) adalah pasien 2 

Dalam beberapa jam, pesan yang menunjukkan inisial, alamat lengkap, dan catatan medis dari pasien 1 (Tyasutami) dan pasien 2 (Darmaningsih) bocor dan dibagikan secara luas di WhatsApp.

"Mereka menyerang Sita, menyalahkannya karena membawa virus ke Indonesia," kata kakak perempuan Tyasutami, Ratri Anindyajati kepada BBC.

"Mereka menyalahkannya karena kehilangan pekerjaan, atau dipisahkan dari keluarga mereka. Mereka mempertanyakan bagaimana dia bisa terlihat begitu baik dan cantik setelah sakit. Mereka mengatakan itu diatur."

Tyasutami diadili oleh publik, meskipun sangat mungkin Indonesia memiliki kasus virus korona sebelum 2 Maret.

Pemerintah membantahnya, tetapi pada awal Februari, sebuah studi oleh Universitas Harvard menunjukkan mungkin ada "kasus yang tidak terdeteksi" di Indonesia, yang memiliki hubungan dekat dengan China, tempat virus berasal.

Asal-usul Covid-19 di Indonesia mungkin tidak pernah diketahui.

Pasien 1 dan 2, bagaimanapun, telah menjadi catatan.

"Sebelum diagnosis, saya memiliki kurang dari 2.000 followers di Instagram," kata Tyasutami.

"Awalnya saya tidak memiliki seorang pun yang mengirimi saya ujaran kebencian. Dalam beberapa hari (setelah diagnosis), followers saya meningkat menjadi 10.000. Orang-orang mengomentari semuanya, terutama foto-foto saya dengan pakaian tari yang seksi dan terbuka."

Wawancara Eksklusif Tribunmanado.co.id

Kepada tribunmanado.co.id, Selasa 23 Februari 2021, Sita Tyasutami mengaku situasi sekarang di lingkungannya atau di dunia offline, aman-aman saja.

"Hanya saja hingga saat ini masih dihujat-hujat netizen (warganet)," kata dia dengan nada rendah.

Setelah dirinya viral, ujaran kebencian pun bertubi-tubi dan bahkan ada gelombang-gelombangnya tergantung momentum Covid-19.

Saat ini ia mengaku kondisinya sedang menurun. Ia merasakannya sejak Januari 2021.

"Saya merasa mudah capek, kondisi ini memang biasa dialami mantan pasien Covid-19, karena darah menggumpal," kata dia.

Baca juga: Apa Itu Aplikasi e-Dumas yang Diluncurkan Polri? Ini Penjelasan dan Tindakan Polda Sulteng

Baca juga: Daftar Sebaran Kasus Covid-19 di Indonesia, 1 Maret 2021: DKI Jakarta Catat Tambahan Kasus Tertinggi

Baca juga: Update Covid-19 Sulteng: Poso Catat Penambahan 29 kasus Baru, Kasus Positif Sulteng Tembus 10 Ribu

Bahkan, lanjutnya, bercerita dalam wawancara saja itu ia merasa ngos-ngosan.

Sementara, aktivitas sebagai pelatih menari ia lakukan lewat online. Ia juga menepis banyak tudingan orang bahwa ia menghilang.

Menurutnya, ia sangat mudah ditemukan, karena dirinya sangat aktif di media sosial.

Seperti yang dilakukan Tribunmanado.co.id, ia cepat menanggapi Direct Message Instagram.

Bahkan, wanita cantik ini juga bersedia diwawancara melalui panggilan video. (*)

Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul PASIEN 01 Covid Indonesia Kabarmu Kini! Sita Tyasutami Jadi Orang Pertama dari 1,3 Juta Pasien Covid

Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved