Breaking News:

Teroris MIT Poso

Kronologi Briptu Herlis Gugur saat Kontak Tembak dengan MIT Poso, Berawal dari Patroli Pengejaran

Kontak tembak antara Satgas Madago Raya kembali terjadi pada Rabu (3/3/2021), berikut kronologi kejadiannya.

(Eddy Djunaedi)
Satgas memburu anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali kalora di Poso, Sulawesi Tengah. 

"Kita duga kelompok ini adalah pimpinan Ali Kalora," jelas Kombes Didik Supranoto.

Prajurit Brimob Polda Sulawesi Tengah, Briptu Herlis gugur dalam kontak tembak dengan kelompok MIT Poso, Rabu (3/3/2021) sekitar pukul 16.02 Wita.

Peristiwa tersebut terjadi di Pegunungan Kilo 7 Desa Gayatri, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Seminggu sebelum gugur dalam kontak tembak tersebut, Briptu Herlis sempat berkomunikasi dengan Ayahnya.

Saat itu Briptu Herlis akan segera masuk ke dalam hutan untuk memburu teroris MIT Poso.

Baca juga: BREAKING NEWS: Teroris MIT Poso Kontak Tembak dengan Satgas Madago Raya, 1 Brimob Dikabarkan Tewas

Baca juga: Siap Dilaksanakan, Musabaqah Al Quran dan Hadis Tingkat Nasional Pertama Kali di Masa Pandemi

Baca juga: Update Kasus Corona di Indonesia, 3 Maret 2021: Catat 6.808 Kasus Baru dan 9.053 Pasien Sembuh

Via telepon, Briptu Herlis meminta izin kepada Ayahnya.

Hal ini disampaikan oleh Asti (35) sepupu Briptu Herlis.

"Komunikasi terakhir seminggu yang lalu sebelum masuk hutan, menyampaikan izin kepada orang tuanya," kata Asti kepada TribunPalu.com (3/3/2021).

Dalam komunikasi terakhir itu, Briptu Herlis sempat menyelipkan janji kepada Ayahnya.

Anak ketiga dari empat bersaudara itu berjanji akan pulang kampung menemui Ayahnya begitu keluar dari hutan.

Baca juga: Jual LPG 3 Kg Seharga Rp 35 Ribu Per Tabung, Pemilik Kios di Jl Dewi Sartika Palu Ditindak Polisi

Baca juga: Cari Siapa Berbohong di Kasus Km 50, Kapolda Metro dan Keluarga Laskar FPI Diundang Sumpah Mubahalah

Baca juga: Jokowi Sebut Indonesia Ranking Tertinggi Negara Paling Rawan Risiko Bencana: Ujian Harus Dihadapi

"Dia janji kalau keluar hutan mau pulang ke kampung halaman ketemu Ayahnya," ungkap Asti.

Adapun kampung halaman Briptu Herlis di Desa Kondara, Kecamatan Pangkue, Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Keluarga korban pun mengaku tidak percaya ketika menerima kabar kepergian Briptu Herlis.

"Kami terima kabar habis ashar. Semua keluarga masih belum percaya," kata Asti.(*)

Penulis: Ketut Suta
Editor: Muh Ruliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved