Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Tanggapi Teroris Poso, Abdul Rachman Thaha: Sulteng Bukan Daerah Konflik

Hingga kini persoalan terorisme di Kabupaten Poso, Sulteng tak kunjung terselesaikan. Hal ini diungkapkan Senator asal Sulteng, Abdul Rachman Thaha.

TribunPalu.com/Moh_Salam
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sulawesi Tengah, Abdul Rachman Thaha. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam

TRIBUNPALU.COM, PALU- Hingga kini persoalan teroris di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah tak kunjung terselesaikan dengan baik.

Hal ini diungkapkan Senator asal Sulteng, Abdul Rachman Thaha, Kamis (4/3/2021).

Ia menganggap teror yang dilakukan kelompok teroris Poso terhadap warga terkesan dibiarkan oleh pemerintah.

Menurut Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sulawesi Tengah itu, intelijen masih lemah, tebukti adanya simpatisan maupun orang-orang yang bergabung dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso.

Baca juga: 1.045 Wanita di Palu Terancam jadi Janda Baru Selama Pandemi Covid-19, Ini Alasannya

Baca juga: Ingatkan Tugas Pemerintah, Hadianto Rasyid: Jangan Abaikan Keluhan Masyarakat

Baca juga: Penghormatan Terakhir Iringi Keberangkatan Jenazah Briptu Herlis Menuju Kampung Halaman

Baca juga: Apa Itu Aplikasi e-Court untuk Sidang Cerai? Ini Cara Pakai dan Penjelasannya

Beberapa kali kejadian teror seakan menimbulkan opini bahwa Sulawesi Tengah adalah daerah konflik.

"Jangan anggap Poso daerah konflik, Sulteng bukan daerah konflik," tegasnya.

Secara tegas Abdul Rachman Thaha minta kepada Presiden RI, Joko Widodo untuk mengambil tindakan dan keputusan untuk Kabupaten Poso.

"Hampir 20 tahun tidak terselesaikan. Saya mempertanyakan, sudah hampir 20 tahun kenapa belum terselesaikan ? ," ucapnya.

Baca juga: DPRD Bentuk Pansus Selidiki Tambang Emas di Parimo Sulteng

Baca juga: 6 Laskar FPI yang Tewas Ditetapkan Jadi Tersangka, Keluarga Pertanyakan Dasar Hukum

Baca juga: 6 Laskar FPI yang Tewas Ditetapkan Sebagai Tersangka, Said Didu: Jika Bersalah di Mana Penjaranya?

"Ada apa dengan pemerintah, sampai kapan selesai. Harus ada tindakan," jelas Abdul Rachman Thaha.

Meskipun begitu, ia akui kesulitan medan di pegunungan Poso, Sigi dan Parigi Moutong sehingga diperlukan ratusan pasukan untuk memburu kelompok MIT Poso.

Senator dengan sapaan akrab ART itu menilai tindakan MIT Poso bukan lagi mengganggu keamanan masyarakat, melainkan tindakan separatis sehingga perlu tindakan khusus oleh TNI.

"Saya mengikuti perkembangannya. Medan memang sulit, makanya untuk kasus ini seharusnya dilakukan oleh TNI," sebutnya.

Penulis: Moh Salam
Editor: Kristina Natalia
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved