Breaking News:

Palu Hari Ini

Mahasiswa Untad Jadi Agen Edukasi Pengawasan Obat dan Makanan di Sulteng

Balai POM di Palu mengadakan pelatihan agen edukasi sebagai salah satu tahapan kegiatan dalam Kafe Obat dan Makanan tahun 2021.

TribunPalu.com/Handover
Balai pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Palu kembali melaksanakan KKN Asyik menjadi Fasilitator Edukasi (Kafe) Obat dan Makanan di tahun 2021. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Nur Saleha

TRIBUNPALU.COM, PALU- Balai pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Palu kembali melaksanakan KKN Asyik menjadi Fasilitator Edukasi (Kafe) Obat dan Makanan di tahun 2021.

Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi dari kesepakatan bersama dengan Universitas Tadulako (Untad) tentang Pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat di bidang pengawasan obat dan makanan.

Balai POM di Palu mengadakan pelatihan agen edukasi sebagai salah satu tahapan kegiatan dalam Kafe Obat dan Makanan.

Sebagai informasi, kegiatan Kafe Obat dan Makanan merupakan inovasi Kepala Balai POM di Palu tahun 2020 yang menginisiasi program pemberdayaan.

Baca juga: Update COVID-19 di Sulteng: 17 Kasus baru, 10 Pasien Sembuh dan 1 Orang Meninggal Dunia

Baca juga: Sajian Menu Makanan di Palu, Nasi Bakar Rempah dengan Dabu-dabu Arang Tempurung

Baca juga: Warung Makan di Palu ini Buka di Tengah Pandemi dengan Menu Khasnya Nasi Bakar

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia, Kemenkes Dekatkan Lokasi Vaksinasi dan Terapkan Sistem Drive Thru

Pelatihan agen edukasi dibuka oleh Kepala Balai POM di Palu, Fauzi Ferdiansyah dan dihadiri oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tadulako, Muh Rusydi.

Hadir juga jajarannya dan beberapa dosen pendamping lapangan serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tadulako.

"Kegiatan ini kami mulai Kamis (4/2/2021) di kantor Balai POM di Palu," sebut Kepala Balai POM di Palu, Fauzi Ferdiansyah, Jumat (5/3/2021).

Pada pelatihan ini diberikan materi edukasi tentang produk obat, kosmetik, pangan, obat tradisional dan suplmen serta komunikasi efektif oleh narasumber dari Balai POM di Palu.

Baca juga: Dilarang Rangkap Jabatan, dr Reny Lamadjido: Apakah Saya Harus Berhenti Jadi Dokter?

Baca juga: Pasha Ungu Geram Istrinya Diisukan Meninggal, Ummi Pipik & Eddies Adelia Doakan Adelia Panjang Umur

Baca juga: Kampanye Benci Produk Luar Negeri yang Digaungkan Presiden Jokowi Tuai Sorotan dari Media Asing

Baca juga: Hadianto Luncurkan ATM Beras untuk Warga Miskin di Palu, Begini Cara Penggunaanya

"Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini karena mereka berasal dari berbagai ilmu yang tentunya menjadi ilmu baru untuk mereka dan menjadi tantangan tersendiri dalam memberikan informasi obat dan makanan kepada masyarakat," jelas Fauzi Ferdiansyah

Setelah pelatihan ini para peserta akan mengedukasi obat dan makanan kepada komunitas masyarakat dengan bimbingan dari narasumber dan dosen pendamping lapangan.

"Sehingga pemberian informasi obat dan makanan dapat tersampaikan secara baik dan benar," kata Fauzi Ferdiansyah.

Baca juga: Layanan Perpustakaan BPS Tutup, Masyarakat Bisa Lakukan Ini untuk Tetap Akses Data di Sulteng

Baca juga: Gempa Berkekuatan 8.1 Magnitudo Guncang Kawasan Pasifik, Picu Peringatan Tsunami

Baca juga: Yuk Cek Harga Promo Dua Menu Makanan Andalan Hotel Santika Palu

Baca juga: Pohon Besar di Lapangan Vatulemo Ditebang, Pekerja: Sudah Tua dan Dahannya Sering Jatuh

Program Kafe obat dan makanan diharapkan melahirkan agen-agen edukasi obat dan makanan sebagai perpanjangan tangan Badan POM dalam rangka memberikan edukasi tentang obat dan makanan kepada masyarakat.

"Agen-agen inilah yang akan membantu Badan POM untuk menyebarkan informasi obat dan makanan. Dengan kegiatan ini juga akan meningkatnya pengetahuan masyarakat akan terbentuk masyarakat cerdas dalam memilih obat dan makanan aman," terangnya. (*)

Penulis: Nur Saleha
Editor: Kristina Natalia
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved