Breaking News:

Teroris MIT Poso

9 DPO MIT Poso Dipastikan Semakin Melemah, Danrem Minta Menyerahkan Diri

Danrem 132 Tadulako, Brigjen TNI Farid Makruf mengatakan saat ini sembilan DPO tidak lagi mendapat dukungan banyak dari masyarakat.

Handover
Kapolda Sulteng Irjen Pol Abdul Rakhman Baso (kanan) bersama Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf (kiri) memberikan keterangan soal kontak tembak dengan MIT Poso, Kamis (25/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahrir

TRIBUNPALU.COM, PALU- Sembilan DPO kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso dipastikan semakin melemah pasca dua anggotanya tewas di Pegunungan Andole, Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Senin (1/3/2021).

Danrem 132 Tadulako, Brigjen TNI Farid Makruf mengatakan saat ini sembilan DPO tidak lagi mendapat dukungan banyak dari masyarakat.

Baik itu dukungan logistik maupun informasi.

"Sembilan sudah lemah dan tidak punya dukungan yang banyak baik itu informasi maupun logistik makanan," jelasnya, Senin (8/3/2021).

Baca juga: Gramedia Palu Hadirkan Kursi Pijat Elektrik, Uji Coba Gratis Sambil Baca Buku Favorit

Baca juga: Pelecehan Seksual pada Anak di Donggala Masih Tinggi, Pemerintah: 9 Anak Diperkosa Selama 2020

Baca juga: Sepekan, 2 Masalah Ini Gagalkan Penerbangan Batik Air

Baca juga: Baku Tembak di Area Operasi Madago Raya Perburuan MIT Poso, Warga: Takut tapi Sudah Terbiasa

Tidak hanya itu, Farid menambahkan bahwa saat ini masyarakat sudah bisa bertani maupun berkebun kembali.

Ia mengimbau agar masyarakat tidak perlu takut mengingat kerja masyarakat di kebun akan dikawal oleh TNI/Polri.  

"Masyarakat tidak perlu takut bersama TNI Polri sudah bisa bertani. Kami siap mendampingi supaya perekonomian di Poso itu menggeliat kembali dan masyarakat semua hidup layak dan jauh dari kemiskinan," jelas Farid.

Terkait dengan sisa DPO MIT Poso ini, TNI/Polri terus melakukan pemburuan, secara tegas Farid mengatakan akan melumpuhkan sisa DPO jika tidak menyerahkan diri. 

Baca juga: 151 Penumpang Batik Air Rute Palu-Jakarta Gagal Terbang karena Rusak, Ini Penjelasan Maskapai

Baca juga: BMKG: Prakiraan Cuaca Sulawesi Tengah Besok, Selasa 9 Maret 2021: Hujan Lebat dan Petir di 4 Wilayah

Baca juga: Dinilai Jokowi Efektif Turunkan Kasus Positif, PPKM Skala Mikro Diperpanjang hingga 22 Maret 2021

Baca juga: Indonesia Hadapi Persaingan Teknologi Kecerdasan Buatan, Jokowi: Kayak Space War, Kita Kejar-kejaran

"TNI Polri akan terus mengejar kelompok. Kami yakin suatu saat akan kami temukan mereka dan basmi mereka kalau mereka tidak mau menyerahkan diri," tegas Farid.

Sementara itu, sebelumnya terjadi baku tembak di Pegunungan Andole, Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Senin (1/3/2021) sekitar pukul 16.30 Wita.

Dua DPO yakni Alvin alias Mus’ab dan Khairul alias Irul alias Aslam tewas dan telah dimakamkan di TPU Poboya, Kecamatan Mantikulure, Kota Palu, Sulawesi Tengah. (*)

Penulis: Alan Sahrir
Editor: Kristina Natalia
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved