Palu Hari Ini

Sebelum Dibuka Kembali, Ini Prokes yang Harus Diterapkan Sekolah Di Palu Saat Belajar Tatap Muka

dr Reny menginstruksikan Dinas Kesehatan agar mempersiapkan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Penulis: Moh Salam | Editor: Kristina Natalia
TribunPalu.com/Moh_Salam
Wakil Wali Kota Palu dr Reny bersama jajaran Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kota Palu saat konferensi pers di ruangan Bapedda , Rabu (17/3/2021) 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam

TRIBUNPALU.COM, PALU - Seperti diberitakan sebelumnya, Instruksi Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid untuk membuka kembali Sekolah Tatap muka pada bulan April mendatang akan ditunda.

Penundaan tersebut akibat belum tercapainya 99 persen vaksinasi yang diberikan kepada tenaga pengajar yang ada di Kota Palu.

Jika nantinya pembelajaran tatap muka dimulai setelah tercapainya 99 persen vaksin untuk tenaga pengajar, ada sejumlah protokol kesehatan yang harus diterapkan sekolah.

Diantaranya, menyediakan tempat cuci tangan, tidak memperbolehkan anak dengan suhu 37.8 derajat ke atas masuk sekolah, mengimbau anak anak wajib menggunakan masker, dan membawa hand sanitizer masing-masing.

Baca juga: Pendekatan Persuasif dan Preventif, Upaya Polres Sigi Menjaga Kamtibmas di Wilayahnya

Baca juga: MUI Usulkan Vaksinasi Dilakukan Malam Hari saat Ramadhan, Satgas Covid-19 : Bisa, Kalau Diputuskan

Baca juga: HRS Walk Out di Persidangan, Pengamat: Dia Harus Maksimal Membela Dirinya

Baca juga: Ramadhan & Idul Fitri 2021, Satgas Covid-19: Harap Bijak Menyikapi Mudik Lebaran

"Pasti saat pembelajaran harus dengan protokol kesehatan yang ketat," ungkap Wakil Wali Kota Palu, dr Reny Lamadjido, Rabu (17/3/2021).

Reny juga menginstruksikan Dinas Kesehatan agar mempersiapkan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

"Murid-murid juga tidak diperbolehkan berjabat tangan dengan gurunya, namun tetap murid harus menghormati gurunya dengan cara menundukkan kepala seperti orang Jepang," ujar Reny.

Mantan Kadis Kesehatan Sulawesi Tengah itu menegaskan, saat proses pembelajaran tatap muka akan dilakukan dengan dua shift.

"Jadi dalam satu kelas nanti hanya boleh 16 siswa, dan murid akan mengisi dari kursi belakang terlebih dahulu untuk hindari sesama murid saling bersentuhan," pungkasnya

Pemerintah Kota Palu telah menerapkan Standar operasional, baik dari Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan yang sesuai prosedur.

"Standar operasional prosedur dari Disdik dan Dinkes tentu sudah siap untuk persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka," ucap dr Reny. (*)

Sumber: Tribun Palu
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved