Guna Pulihkan Mental Korban Pandemi, WHO Gelar Kampanye 'Healing Arts 2021'

World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan meluncurkan 'seruan untuk bertindak' atau kampanye global.

Penulis: Rahman Hakim | Editor: Lita Andari Susanti
theartnewspaper.com
ILUSTRASI : Para peneliti sedang membicarakan pemulihan kesehatan mental korban pandemi 

TRIBUNPALU.COM - World Health Organization atau  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan meluncurkan 'seruan untuk bertindak' atau kampanye global.

WHO menggandeng koalisi mitra budaya untuk melaksanakan kampanye yang digelar selama lima hari, yakni pada 22 hingga 26 Maret 2021.

Dikutip oleh TribunPalu.com dari laman Theartnewspaper.com yang berjudul "World Health Organization joins art world to launch global campaign confronting mental health toll of pandemic", rencananya kampanye ini akan diisi dengan talkshow yang dilakukan secara virtual.

Dalam pagelaran ini, WHO bekerjasama dengan University College London, Museum Seni Kontemporer Castello di Rivoli Italia, Galeri Tate dan Pusat Nasional Inggris yang baru saja dibentuk.

Tak hanya itu, WHO juga menggandeng beberapa instansi kesehatan seperti Creative Health, Badan Amal Kamar Rumah Sakit, Filantropi Saudi dan Yayasan Komunitas Jameel.

Acara kampanye yang dikemas dengan talkshow ini akan disiarkan melalui kanal YouTube The Art Newspaper.

Baca juga: Jangan Terjebak Lingkaran Depresi, Psikolog: Kesehatan Mental Harus Lebih Diperhatikan

Tak hanya kampanye saja, agenda besar itu juga menandai hari seni kontemporer dan penjualan pasca perang Christie pada 25 Maret mendatang.

Dalam event ini, Chriestie akan menawarkan karya kontemporernya.

Namun hasil dari penjualan itu tidak diambilnya, melainkan akan digunakan untuk membantu kampanye lelang yang digelar sepanjang tahun 2021.

Tak hanya itu, hasil uang yang terkumpul juga akan disalurkan kepada WHO untuk biaya penanganan dan pemulihan kesehatan mental korban pandemi Covid-19.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menggambarkan kesehatan mental sebagai 'elemen inti dari respon dan pemulihan pandemi Covid-19'.

Untuk diskusi di meja bundar, event ini akan dihadiri oleh para peneliti, stake holder hingga praktisi perawat dan kesehatan.

Baca juga: Tak Selalu Bermakna Negatif, Ternyata Bicara Sendiri Miliki Manfaat Baik untuk Kesehatan Mental

Dalam diskusi tersebut akan dibahas tentang peran seni dalam mendukung kesehatan mental dan terapi.

"Seni memiliki kemampuan unik untuk membantu kita menghibur, menghadapi, mengkontekstualisasikan, dan menciptakan komunitas," kata Pemimpin Seni untuk Kesehatan WHO, Christopher Bailey.

Ia adalah tokoh yang mempelopori kampanye Healing Arts bersama seniman dan wirausahawan sosial pendiri Culturunners, Stephen Stapleton.

(TribunPalu.com/Hakim)

Sumber: Tribun Palu
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved