Breaking News:

Palu Hari Ini

Vaksin AstraZeneca Mengandung Stripsin Babi, MUI Kota Palu: Selama Masa Darurat di Perbolehkan 

Beberapa Informasi menyebutkab bahwa vaksin AstraZeneca dalam proses pembuatannya mengandung strepsin babi.

Istimewa
Ketua MUI Kota Palu Prof Dr H Zainal Abidin MAg 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Beberapa Informasi menyebutkab bahwa vaksin AstraZeneca dalam proses pembuatannya mengandung strepsin babi. 

Strepsin adalah pelepas enzim, Strepsin Babi menjadi aplikasi utama sebagai pelepasan sel dari proses pembuluh kultur. 

Strepsin Babi memang merupakan bahan yang berasal dari hewan yang di ekstrak yaitu dari bagian Pankreas Babi.

Menanggapi hal itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Zainal Abidin mengatakan, penggunaan vaksin AztraZeneca selama masa gawat darurat pandemi diperbolehkan. 

Baca juga: Mengenal Dey Ante Yojo Kota Palu, Duta Pariwisata Remaja di Sulteng

Baca juga: 4.591 Tenaga Pendidikan di Palu Divaksinasi Covid-19, Pemerintah: Itu dari Tingkat PAUD sampai SMP

Baca juga: Pernah Jadi Artis Terkenal dan Terlibat Prostitusi, Kini Jualan Nasi, Tolak Lamaran Anggota DPRD

Baca juga: Aturan Baru Token Listrik Gratis PLN 2021, Potongan Hanya Setengah dari Periode Lalu

"Mengenai vaksin AztraZeneca meskipun terdapat unsur babinya yang haram, tetapi keadaan saat ini dianggap sebagai darurat syar'i fatwa MUI itu menjadi boleh," ucap Zainal Abidin kepada TribunPalu.com, selasa (23/3/2021) di Jl Sis Aljufri, Kelurahan Siranindi, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Ia menerangkan, diperbolehkannya penggunaan vaksin AztraZeneca yang menggandung stripsin Babi karena Indonesia masih kekurangan jumlah vaksin

"Karena masyarakat Indonesia membutuhkan jumlah vaksin yang banyak, jumlah penduduk Indonesia kan 260 juta sementara jumlah vaksin kan harus disesuaikan dengan jumlah penduduk bahkan dua kali lipat karena setiap satu orang harus disuntik dua kali," terangnya.

Menurut Zainal Abidin, apabila MUI tidak memberikan fatwa dibolehkannya penggunaan vaksin AztraZeneca, penduduk Indonesia banyak terinveksi virus COVID-19.

Baca juga: Sidang HRS Diwarnai Aksi Munarman Bentak Jaksa: Saudara Diam

Baca juga: Dishub Palu Gencar Razia, Ini yang Terjadi pada Kendaraanmu Jika Parkir Sembarangan

"Jumlah vaksin saat ini masih jauh dari jumlah kebutuhan penduduk dan sifatnya kan darurat, kalau tidak di vaksin masyarakat indonesia banyak yang akan terinfeksi virus corona," kata Zainal Abidin.

Ia menambahkan, jika nantinya pandemi telah berakhir dan terdapat jenis vaksin yang tidak menggunakan strepsin babi, MUI akan mencabut fatwa tersebut dan mengharamkan penggunaan vaksin AztraZeneca. 

"Saya kira kita akan melihat situasi mengenai COVID-19, kalau memang vaksin nya sudah tidak digunakan dan ketersediaan vaksin yang lain seperti Spark Cincin of Arc yang suci dan halal tentu kita tidak akan menggunakan vaksin yang ada unsur babinya," jelasnya. (*)

Penulis: Alan Sahrir
Editor: Kristina Natalia
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved