Breaking News:

Tersangka Penembakan Laskar FPI Tidak Ditahan, Aziz: Prokes Ditahan, Pembunuhan Tidak Ditahan, Wow!

Kuasa Hukum HRS kritik dua personel Polda Metro Jaya yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penembakan laskar FPI tidak ditahan.

Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
Kuasa hukum keluarga enam laskar FPI yang tewas dalam insiden dengan polisi di Tol Jakarta-Cikampek Senin (7/12/2020), Aziz Yanuar. 

TRIBUNPALU.COM - Dua personel Polda Metro Jaya yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penembakan laskar FPI tidak ditahan.

Hal tersebut dikritik kuasa hukum Habib Rizieq Shihab (HRS), Aziz Yanuar.

Menurutnya, cukup mengherankan ketika HRS ditahan dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan (prokes).

Sementara kasus pembunuhan, tersangkanya malah tak ditahan.

"(Kasus) prokes ditahan, pembunuhan tidak ditahan, wow!" kata Aziz saat dihubungi, Rabu (7/4/2021).

Dirinya tidak mengerti apakah kasus protokol kesehatan lebih berbahaya ketimbang kasus unlawful killing.

Baca juga: Langkah Jaksa Usai Hakim Tolak Eksepsi Habib Rizieq Shihab dalam Kasus Tes Swab RS Ummi Bogor

Baca juga: Resep Sajian Sosis Enak dan Murah, Cocok Untuk Menu Sahur dan Buka Puasa Ramadhan

Baca juga: Heboh Wanita Hamil di Palembang Dihajar, Berawal dari Minta Orangtua Pacar Datang ke Rumah

"Kenapa prokes ditahan ya? Apakah prokes lebih bahaya dari membunuh?" Tanya Aziz.

Dua personel Polda Metro Jaya tersangka penembak anggota FPI, bakal dijerat dengan pasal penganiayaan dan pembunuhan.

Dua dari 3 personel itu telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan pembunuhan di luar hukum alias unlawful killing. Satu personel lagi statusnya telah digugurkan karena telah meninggal dunia.

Menurut Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono, penahanan tersangka dalam dugaan unlawful killing itu merupakan kewenangan penyidik.

Halaman
12
Editor: Muh Ruliansyah
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved