KKB Papua
Kondisi Mencekam Distrik Beoga, Stok Makanan Menipis Akibat KKB Papua Sering Tembaki Pesawat
Masyarakat Distrik Beoga, Kabupaten Puncak harus menghadapi situasi mencekam akibat teror Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.
TRIBUNPALU.COM - Masyarakat Distrik Beoga, Kabupaten Puncak harus menghadapi situasi mencekam akibat teror Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.
Tak hanya dilanda ketakutan, masyarakat Distrik Beoga juga dihadapkan kondisi sulit, yaitu menipisnya stok makanan.
Seperti diketahui, teror KKB Papua Sabinus Walker intensitasnya meningkat akhir-akhir ini, dan warga sipil yang menjadi korbannya.
Mulai dari menembak mati 2 orang guru, menculik seorang Kepala Sekolah (Kepsek), membakar 3 gedung sekolah hingga memeras warga.
Melansir dari Antara, berikut situasi terkini di sana.
1. Stok makanan menipis
Kapolsek Beoga Ipda Ali Akbar menuturkan kondisi distrik tersebut belum kondusif akibat ulah KKB Papua pimpinan Sabinus Walker.
Ali Akbar khawatir dengan stok makanan di wilayah itu.
Baca juga: Dulu Hilang Jelang Pilpres 2019, Akun Media Sosial UAS Kembali Lenyap, Penyebabnya Masih Misteri
Menurutnya, sejak KKB Papua berulah, toko yang menjual bahan makanan tak berani buka di Beoga.
"Di sini ada empat kios besar, maksudnya dia jual mi instan kartonan, kalau kios kecil yang jual eceran ada beberapa.
Tapi itu tidak ada kios berani buka," kata Ali Akbar saat dihubungi lewat sambungan telepon, Selasa.
Menurutnya, masyarakat yang hendak membeli ke kios tersebut harus mengetuk pintu.
Jual beli juga hanya bisa dilakukan siang hari.
"Kalau malam sudah tidak berani," kata Ali Akbar.
Ali Akbar menambahkan, meski masih bisa berbelanja di toko, stok makanan yang dimiliki kios itu juga menipis.