Senin, 27 April 2026

Kemenhub Perketat Penyekatan Mudik dan Antisipasi Pergerakan Masyarakat setelah Lebaran

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan pihaknya akan melakukan pengetatan lebih intensif untuk memantau pergerakan transportasi darat.

TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA
FOTO ILUSTRASI: Kementerian Perhubungan akan lakukan pengetatan arus mudik dan balik di lebaran 2021 

Kemenhub Perketat Penyekatan Mudik dan Antisipasi Pergerakan Masyarakat Pasca lebaran

TRIBUNPALU.COM - Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati mengatakan pihaknya akan melakukan pengetatan lebih intensif untuk memantau pergerakan transportasi saat periode larangan mudik 2021.

Tak hanya untuk 6 hingga 17 Mei 2021 saja, pengawasan pihak kepolisian juga akan diberlakukan pada saat setelah periode larangan mudik.

Dikutip dari laman Tribunnews.com, Adita mengatakan setidaknya terdapat 1,5 juga orang yang mulai keluar Jabodetabek per tanggal 11 Mei kemarin.

Kemenhub akan melakukan pengetatan masa berlaku tes PCR, rapid antigen dan GeNose menjadi 1x24 jam.

"Kemudian pada pengetatan pada pasca peniadaan mudik 18-27 Mei 2021, kami akan melakukan pengetatan masa berlaku hasil tes negatif Covid-19 baik itu PCR, rapid antigen dan GeNose menjadi 1X24 jam di semua moda transportasi," kata Adita dalam keterangannya, Jumat (14/5/2021).

Tak hanya itu, Kemenhub juga akan melakukan tes kesehatan kepada pengguna trasnportasi darat secara acak.

Baca juga: Polisi Masih Putar Balikkan Pemudik di H+1 Lebaran, Simak Dua Rencana Kemenhub Atasi Arus Balik 2021

Baca juga: Kemenhub Siapkan Dua Rencana untuk Mengatasi Arus Balik Mudik Lebaran 2021

Baca juga: Kemenhub Izinkan Kendaraan Non Mudik Beroperasi, Distribusi Barang Logistik Dipastikan Aman

Kasat Lantas Polres Karawang AKP Rizky Adi Saputro memeluk pemudik yang emosi saat hendak diputar balik di Pos Penyekatan Tanjungpura, Karawang, Senin (10/9/2021) sekitar pukul 01.45 WIB.
Kasat Lantas Polres Karawang AKP Rizky Adi Saputro memeluk pemudik yang emosi saat hendak diputar balik di Pos Penyekatan Tanjungpura, Karawang, Senin (10/9/2021) sekitar pukul 01.45 WIB. ((Tangkapan layar instagram Satlantas_Karawang))

Pengecekan ini akan dilakukan di 21 titik penyekatan mudik lebaran 2021.

"Kami akan melakukan pengecekan secara acak kepada pengguna transportasi darat, dan sudah ada 21 titik yang akan menjadi tempat pengecekan tersebut," sambungnya.

Sementara itu untuk penyeberangan dari Sumatera menuju Jawa juga akan dilakukan pengawasan lebih ketat.

Penumpang juga harus menyertakan surat keterangan bebas Covid-19 saat diminta oleh petugas pengecekan.

"Pengetatan ini juga dilakukan dengan mengharuskan penumpang melakukan tes antigen yang alat tes, petugas kesehatan, dan pelaksanaannya akan ditingkatkan dibandingkan hari sebelumnya," ucap Adita.

Sebelum itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi telah menyiapkan dua rencananya untuk mengatasi arus balik mudik lebaran tahun 2021.

Hal itu disampaikannya saat konferensi pers yang digekar secara virtual melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (10/5/2021).

Baca juga: Kemenhub Siapkan Stiker Khusus dan Larang Kendaraan Non Mudik Beroperasi 6-7 Mei

Baca juga: Larangan Mudik Dimulai Hari Ini, Kemenhub: Transportasi Tetap Beroperasi Secara Terbatas

Baca juga: Mudik Sebelum Tanggal 6 - 17 Mei 2021: Kemenhub Awasi PO Bus yang Naikan Tarif di Atas Harga Wajar

"Kami mengusulkan dua hal utama untuk mengatasi arus balik mudik lebaran tahun ini," ujarnya saat konferensi pers berlangsung.

Untuk usulan yang pertama, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk menunda kepulangan sejenak.

Hal ini disebutkan Menteri Budi lantaran jika tetap balik maka akan terjadi kerumuman dalam suatu tempat.

"Pertama kami usulkan untuk menunda kepulangan, agar tidak bertemu dalam satu tempat," sambungnya.

Kemudian yang kedua, pihaknya meminta untuk dilakukan tracing yang lebih intensif terhadap para pemudik yang sudah kembali ke kota-kota besar.

Ia meminta tracing difokuskan pada pemudik yang berasal dari kota-kota besar seperti Madiun, Ngawi, Solo, Jogja bahkan Jakarta.

"Kedua kami meminta untuk dilakukan tracing yang intensif dnegan konsentrasi pemudik terbesar, seperti Madiun, Ngawi, Solo, Jogja, Semarang bahkan Jakarta," ungkapnya.

Baca juga: Direktur Perkapalan Kemenhub Sebut Pelarungan Jenazah ABK WNI ke Laut Sudah Sesuai Prosedur

Baca juga: Beredar Isu Sepeda akan Dipungut Pajak, Kemenhub Beri Klarifikasi

Baca juga: Catat! Ini Aturan Terbaru dari Kemenhub untuk Pesepeda

Menteri Budi juga meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memberikan fasilitas vaksin gratis kepada masyarakat pengguna jalur darat yang baru saja balik dari kampung halaman masing-masing.

"Kami harap Menkes bisa memberikan vaksin gratis untuk mereka yang menggunakan jalur darat," ujarnya.

Berdasarkan data yang sudah diperoleh oleh Kemenhub, akan ada sekitar 22 persen atau sekitar 3,6 juta pemudik yang kembali ke kota besar.

Oleh karenanya, Kemenhub mengusulkan kedua hal tersebut.

"Rencana arus balik sekitar 22 persen. Artinya ada kurang lebih 3,6 juta orang yang akan kembali," pungkasnya.

Polisi Putar Balikkan Pemudik di H+1 Lebaran di 400 ribu Titik Penyekatan

Meskipun sudah dilakukan penyekatan oleh pihak kepolisian untuk arus mudik 2021, hingga H+1 lebaran masih didapati masyarakat yang nekat melakukan perjalanan jarak jauh.

Baca juga: Menteri Perhubungan: Larangan Mudik 6 hingga 17 Mei 2021 Mendapat Respon Positif dari Masyarakat

Baca juga: Soroti Kedatangan TKA China di Tengah Larangan Mudik, Fadli Zon: Siapa Tuan Rumah di Negeri Ini?

Baca juga: Kebohongan Dani Pria yang Ngaku Mudik Jalan Kaki Terbongkar, Bukan Gombong ke Bandung Tujuannya

Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Rudy Antariksawan mengatakan maish terdapat kendaraan yang diputar balikkan petugas di posko penyekatan.

Dilansir dari laman Tribunnews.com, pihaknya membenarkan terdapat lebih dari 400 ribu kendaraan yang diputarbalikkan di posko penyekatan di Indonesia pada Jumat (14/5/2021).

"Hingga per pagi ini, 400 ribu kendaraan diputar balik," kata Rudy saat dikonfirmasi, Jumat (14/5/2021).

Pihaknya tetap akan memutar balikkan kendaraan yang nekat melakukan perjalanna jauh selama periode larangan mudik lebaran dari 6 hingga 17 Mei mendatang.

"Operasi ketupat akan berakhir pada 17 Mei 2021," sambungnya.

Rudy menuturkan kendaran-kendaraan itu diminta berputar balik sata melintasi 381 titik posko penyekatan di seluruh Indonesia.

(TribunPalu.com/Hakim)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved