Satgas Covid-19: Ada 122.899 Orang Ditegur Karena Tak Patuhi Protokol Kesehatan di Tempat Wisata

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan tren mobilitas masyarakat alami peningkatan

Istimewa via Tribunnews.com
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. 

TRIBUNPALU.COM - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan tren mobilitas masyarakat ke tempat wisata mengalami peningkatan.

Ia menyebut terdapat 122.899 masyarakat Indonesia pernah ditegur oleh petugas di tempat wisata lantaran tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Hal ini meningkat terutama saat periode libur Idul Fitri pada 12 hingga 15 Mei 2021.

"Tren mobilitas ke tempat wisata selama libur Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah mengalami peningkatan.

Untuk periode 12 hingga 15 Mei, sudah ada 122.899 orang ditegur di tempat wisata secara nasional karena tidak menerpakan protokol kesehatan dengan baik," ujarnya dalam konferensi pers pada Selasa (18/5/2021) yang disiarkan live melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Dengan data tersebut, Wiku menjelaskan, telah terjadi kenaikan dari periode sebelumnya.

Baca juga: Menteri Tjahjo Mengatakan Pihaknya akan Selidiki 134 ASN yang Nekat Mudik dan Beri Sanksi Tegas

Baca juga: Catat! Ini Syarat Perjalanan Keluar Kota Terbaru setelah Larangan Mudik Berakhir

Baca juga: Sekdaprov Sulteng Pimpin Sidak ASN, Pastikan Pegawai Tidak Mudik Lebaran

Wisatawan padati Pusat Laut Donggala di hari terakhir libur Lebaran, Minggu (16/5/2021) siang.
Wisatawan padati Pusat Laut Donggala di hari terakhir libur Lebaran, Minggu (16/5/2021) siang. (Handover)

Pada periode 5 hingga 8 Mei 2021, terdapat 92.761 orang yang ditegur lantaran tak mematuhi protokol kesehatan di kawasan pariwisata.

Artinya jumlah tersebut mengalami kenaikan sebanyak 32 hingga 90 persen.

"Ini menandakan telah terjadi kenaikan dengan minggu sebelumnya," sambung Prof Wiku.

Selama periode larangan mudik, pihaknya telah berkoordinasi dengan beberapa pihak lain untuk memantau masyarakat yang berkunjung ke tempat wisata.

Setidaknya terdapat 24 provinsi di Indonesia yang telah dipantau terkait meningkatnya mobilitas masyarakat di sektor pariwisata.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno meminta masyarakat untuk tidak melakukan mudik lebaran tahun ini.

Baca juga: Pemberlakuan Larangan Mudik Berakhir Hari Ini, Simak Lagi Aturannya!

Baca juga: Siap-siap! Polisi akan Datangi Rumah Warga yang yang Lolos Mudik Lebaran 2021, Ini Tujuannya

Baca juga: Cek Jadwal Penerbangan Maskapai Garuda di Bandara Palu Hingga Akhir Larangan Mudik

Ia mengajak masyarakat untuk menikmati wisata lokal saat libur lebaran.

Hal ini dilakukan agar tidak memunculkan mobilitas yang berlebih saat lebaran nanti.

"Saya harap, masyarakat tidak bingung dengan aturan larangan mudik. Kegiatan masyarakat masih mengacu PKKM mikro, termasuk kegiatan berwisata lokal," ujar Sandiaga Uno seperti dikutip dari laman Tribunnews.com, Rabu (21/4/2021).

Bagi Sandiaga, keputusan yang dibuat oleh pemerintah ini sudah tepat.

"Jadi keputusan pemerintah untuk meniadakan mudik dan secara tegas melarang mudik itu betul-betul dilandasi dari data-data, bahwa kalau ada pergerakan secara masif seperti lebaran dan Nataru mengakibatkan lonjakan yang sangat signifikan dari penularan virus Covid-19," ujar Sandiaga.

Dengan harapan tersebut, Sandi mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Hal itu membutuhkan kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat agar bisa mewujudkan keinginan bersama.

Baca juga: Cerita Unik Selama Larangan Mudik Lebaran 2021, Paling Heboh Pemudik Sembunyi di Bak Truk

Baca juga: Kemenhub Perketat Penyekatan Mudik dan Antisipasi Pergerakan Masyarakat setelah Lebaran

Baca juga: Kemenhub Perketat Penyekatan Mudik dan Antisipasi Pergerakan Masyarakat setelah Lebaran

Polri Sediakan 109 Titik Check Point untuk Arus Balik Lebaran

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono mengatakan pihaknya akan menyiapkan 109 titik check point bagi pemudik yang akan menuju kembali ke Jakarta.

Titik-titik terbagi atas 26 poin yang berada di rest area dan gerbang tol serta 83 titik di jalur arteri jalan nasional.

"Polri bersama Satgas Covid nasional dan daerah telah menyiapkan 109 titik check point, 26 di Rest area dan gate tol dan 83 di titik jalur arteri jalan nasional, dari jawa dan Sumatera menuju Jakarta," ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip TribunPalu dari lama Tribunnews.com.

Dalam kebijakan tersebut akan dilakukan pengecekan dokumen bebas Covid-19 bagi para pemudik.

Jika tidak membawa, pihaknya akan memberlakukan random checking untuk rapid test antigen yang dimulai hari ini, Sabtu (15/5/2021).

Baca juga: Menteri Perhubungan: Larangan Mudik 6 hingga 17 Mei 2021 Mendapat Respon Positif dari Masyarakat

Baca juga: Soroti Kedatangan TKA China di Tengah Larangan Mudik, Fadli Zon: Siapa Tuan Rumah di Negeri Ini?

Baca juga: Polisi Peluk Pemudik yang Emosi, Akui Terharu saat Dengar Alasan Nekat Lakukan Mudik

"Kami akan melaksanakan kegiatan rapid test antigen secara random yg dilaksanajan mulai hari ini,” sambungnya.

Lebih lanjut ia mengatakan titik penyekatan akan difokuskan di wilayah Sumatera, lantaran kasus positif Covid-19 di kawasan tersebut cenderung meningkat.

“Untuk wilayah sumatera (aceh sampai lampung) merupakan wilayah atensi covid-19 oleh karenanya sebelum melakukan penyeberangan harus dilengkapi surat bebas Covid-19,” pungkasnya.

Apabila hasil random tes Swab antigen ini menunjukkan positif, maka pemudik akan dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

(TribunPalu.com/Hakim)

 
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved