Apa Itu Quarter Life Crisis? Ketahui Penyebab dan Cara Menghadapinya
Seseorang akan berusaha mencari jati dirinya dengan berbagai cara di usia sekitar 25 tahun. Fase ini disebut dengan quarter life crisis.
Khususnya menyangkut pekerjaan, keuangan, dan hubungan dengan orang lain.
Lebih lanjut, riset membuktikan bahwa generasi milenial saat ini memiliki fase 'quarter-life crisis' yang lebih parah daripada generasi sebelumnya.
Baca juga: Dampak Psikologis Pertanyaan Kapan Nikah Menurut Ustaz dan Psikolog
Penyebab Quarter Life Crisis
1. Munculnya banyak pilihan dalam hidup
Dikutip dari kanal YouTube Satu Persen Official, biasanya selepas kuliah, Anda akan menemukan berbagai pilihan dalam hidupnya.
Ada yang ingin melanjutkan studi pasca sarjana, bekerja atau menikah saja.
Sehingga Anda akan dihantui dengan perasaan anxious, insecure, sampai over thinking.
Pilihan-pilihan tersebut akan menghiasi kehidupan Anda setelah lulus dari kuliah.
2. Menentukan Makna Hidup
Ketika masih berada di bangku sekolah, mungkin kebanyakan orang akan berpikir tentang kehidupan masa depan yang jauh lebih baik.
Misalnya, ketika Anda bekerja di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), organisasi kemanusiaan, sampai relawan bencana.
Mungkin Anda akan berpikir jika uang bukanlah segalanya.
Namun sejatinya setelah dewasa, yang Anda butuhkan ialah uang yang realistis.
Tuntutan finansial dalam hidup akan muncul pada fase ini.
Sehingga tak heran jika ditemui orang yang bingung antara tujuan hidup dan realitas kehidupan.
Baca juga: Kondisi Psikologis Seseorang saat Ditanya Kapan Nikah? Psikolog: Bisa Menimbulkan Stress
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ilustrasi-mendengarkan-musik-atau-lagu-galau-saat-merasa-sedih.jpg)