Breaking News:

Apa Itu Quarter Life Crisis? Ketahui Penyebab dan Cara Menghadapinya

Seseorang akan berusaha mencari jati dirinya dengan berbagai cara di usia sekitar 25 tahun. Fase ini disebut dengan quarter life crisis.

zeenews.india.com
FOTO ILUSTRASI: Mengenal istilah quarter life crisis dalam kehidupan manusia 

3. Lingkaran Pertemanan Semakin Kecil

Saat berada di bangku sekolah, jumlah teman tergolong lebih banyak dan kompak.

Mulai dari teman kelas, teman bimbingan belajar, teman komunitas dan sebagainya.

Namun seiring berjalannya waktu, Anda akan merasa jika teman-teman Anda seperti menghilang satu per satu.

Entah itu dikarenakan kesibukan masing-masing, ataupun sudah memiliki tujuan hidup yang berbeda.

Misalnya, Anda pada masa kuliah atau sekolah dekat dengan teman Anda yang sebut saja Mawar.

Kemudian setelah lulus dari bangku kuliah, Mawar lebih memilih membangun kariernya di Jakarta, sementara Anda memilih menetap di daerah.

4. Ekspektasi Orang Lain

Manusia sebagai makhluk sosial, sehingga tidak bisa hidup jika tidak mmebutuhkan bantuan dari orang lain.

Tak jarang orang-orang yang berada di sekitar Anda menciptakan ekspektasi tersendiri untuk diri Anda.

Entah itu juga sesuai dengan ekspektasi Anda pribadi, ataupun sampai yang tidak.

Hal itu terkadang mungkin menjadi dilema Anda dalam mengambil keputusan dalam hidup.

Sebagai contohnya, Anda memiliki kekasih yang sudah menjalin hubungan selama lima tahun.

Sudah tiba waktunya bagi Anda untuk menjalin hubungan lebih serius dengan teman Anda.

Namun pada kesempatan tersebut, justru keluarga Anda meminta agar Anda memilih pasangan hidup yang memiliki finansial baik ataupun persyaratan yang lain.

Baca juga: Melawan Stigma Kesehatan Mental, Psikolog: Stop Judging, Start Supporting

Cara Menghadapi Fase Quarter Life Crisis dengan Baik

1. Kapan saat yang tepat untuk memulai semua rencana?

Jawabannya ialah sekarang.

Kebiasaan menunda-nunda hanya akan membuat  Anda kehilangan waktu dengan sia-sia.

2. Tak perlu membanding-bandingkan hidupmu dengan orang lain.

Kualitas hidup Anda tergantung pada upaya dan kerja keras Anda untuk mewujudkan semua yang diinginkan.

Ingat, bahwa setiap orang berada pada tahap yang berbeda dalam perjalanan mereka, jadi jangan membandingkan diri Anda dengan orang lain.

Setiap orang punya definisi bahagianya masing-masing.

3. Singkirkan mereka yang tidak menambah nilai baik dalam hidup Anda.

Kelilingi diri Anda dengan orang-orang berpikiran terbuka, termasuk teman-teman dan pacar.

Baca juga: Cara Cek Kesehatan Mental: Kapan Seseorang Harus Konsultasi ke Psikolog? Ini 7 Tanda Deteksi Dini

4. Banyaklah membaca.

Ini cara yang sangat efektif untuk membuka wawasan, menemukan ide, dan menambah pengetahuan baru.

Terlalu banyak membaca tidak akan memberikan kerugian untuk diri Anda.

5. Lakukan yang terbaik dalam semua hal.

Kerahkan seluruh kemampuan saat ini juga.

Apa yang kamu lakukan sekarang akan berpengaruh pada masa depan.

6. Terkadang diri sendirilah sumber semua drama hidup, konflik, dan masalah.

Jangan terlalu keras kepala untuk tidak mengakuinya.

Mengakui kesalahan bukan berarti kalah.

Berubahlah demi dirimu yang lebih baik.

Baca juga: Rafathar Ungkap Keengganannya untuk Shooting, Psikolog Anak: Biarkan Anak Senang Tanpa Ada Paksaan

7. Periode usia 20-an ini hanya akan berlangsung selama sepuluh tahun.

Nikmatilah setiap waktu, manis dan pahitnya, karena masa itu tidak akan kembali lagi.

8. Banyak-banyak bersyukur atas apa yang telah kamu dapatkan.

Terkadang, Anda terlalu sibuk mencari-cari hal yang belum didapat.

Padahal, telah begitu banyak nikmat yang ada di depan mata.

(TribunPalu.com/Hakim)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved