Laporkan Eko Kunthadi atas Dugaan Fitnah, UAH: Jangan Ganggu Singa Sedang Berdzikir

Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengeluarkan pernyataan keras usai dituduh menyunat donasi untuk Palestina.

Handover
Ustaz Adi Hidayat (UAH) 

TRIBUNPALU.COM – Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengeluarkan pernyataan keras usai dituduh menyunat donasi untuk Palestina.

Merasa difitnah, UAH dikabarkan bakal melaporkan aktivis media sosial Eko Kunthadi ke Bareskrim Polri.

UAH tak terima dengan cuitan Eko Kunthadi beberapa waktu lalu mengenai donasi yang terkumpul untuk Palestina.

Dalam cuitannya, Eko Kunthadi menuliskan, “Alhamdulillah. Terkumpul Rp60 M, diserahkan Rp14 M,”

Merasa sebagai pihak yang disinggung dalam cuitan tersebut, UAH menegaskan tidak akan tinggal diam.

Melalui video di kanal Youtube resminya, UAH menyebut siap menempuh jalur hukum.

Baca juga: Menu Baru, Hotel Santika Palu Tawarkan Promo Dessert dan Aneka Minuman

Baca juga: Tips Kesehatan: Ini Pentingnya Menjaga Kesehatan Mata dari Paparan Layar Komputer

Baca juga: Kumpulkan Kader Stunting, Wawali Palu Target Ibu Hamil dan Bayi Ramaikan Posyandu Lagi

"Kami tidak mengambil sedikit pun. Ini murni untuk diberikan dan mudah-mudahan Allah berikan kelancaran kepada kita semua. Tapi, kami juga ingatkan, hati-hati bagi yang sengaja mencari keributan, ingin memecah belah, bahkan menghadirkan unsur-unsur fitnah, awas hati-hati ya kita pun akan melakukan tindakan tegas dengan menempuh langkah hukum," kata Adi Hidayat.

Di kalimat penutupnya, UAH meminta kepada pemfitnah untuk jangan coba-coba bermain api dengannya.

"Jangan pernah mengganggu singa yang sedang berzikir. Karena saat dia mulai mengaum, anda tidak akan pernah bisa menghentikannya. Terima kasih, Adi Hidayat, Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,".

Reaksi Eko Kunthadi

 Mengetahui dirinya akan dilaporkan ke polisi, Eko Kunthadi tampak tak ambil pusing.

Pada cuitan terbarunya Minggu (30/5/2021), Eko malah heran cuitannya dipermasalahkan.

"Hahahaha ... twit kayak gini dilaporin polisi. Sensi amat!," tulis EK.

Dukungan ke Eko juga datang dari sahabatnya sesama pendukung Jokowi, Ade Armando.

"Adi Hidayat melaporkan Eko Kuntadhi, ke polisi karena Eko menulis cuitan "Alhamdulillah. Terkumpul Rp 60M. Diserahkan Rp 14 M.". . Lho Fitnah apa? Kalau Eko bilang, yang diserahkan Adi Hidayat HANYA Rp 14 M, baru Eko bisa dibilang fitnah. Penyerahan kan bisa bertahap? Adiiiiiiiii," tulis Ade.

Ancaman Pidana

Ancaman hukuman untuk penyebar fitnah dan pencemaran nama baik sendiri diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Adapun ancaman hukuman bagi penyebar fitna dan pencemaran nama baik adalah 4 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 750 juta. 

Dituduh Buzzer Istana

Pernah diberitakan TribunTimur.com, sebelum namanya mencuat jelang Pilpres 2019 lalu, Eko Kuntadhi sudah kerap muncul sebagai penulis di blog-blog atau situs citizen media.

Eko Kuntadhi dalam profilnya menyebut bekerja di sebuah perusahaan penerbitan di Jakarta.

Belakangan ia lebih aktif bermain di media sosial utamanya di twitter.

Sikapnya yang terang-terangan membela pemerinta membuat Eko Kuntadhi dicap sebagai buzzer istana.

Selain Eko Kuntadhi, buzzer istana juga disematkan kepada Ade Armando, Denny Siregar dan Abu Janda.

Dalam unggahan Seword.com dituliskan bahwa kelompok mereka bekerja dan berkumpul bersama untuk membuat konten spontan ketika debat presiden berlangsung.

"Lima kali debat capres cawapres, lima kali pula kami berkumpul untuk nonton bersama.

Membuat konten secara spontan untuk merespom setiap pernyataan," tulis seword.com.

Kemudian unggahan tersebut menulis jelas tentang siapa saja yang menjadi anggota tim yang bekerja saat debat tersebut.

Di antaranya ada nama Yusuf Muhammad, Katakita, Abu Janda, Aldi El Kaezzar, Pepih Nugraha, Info Seputar Presiden, Redaksi Indonesia, Eko Kuntadhi, Komik Kita, Komik Pinggiran, Habib Think, Salman Faris, dan Seword.com sendiri.

"Semua datang dari berbagai daerah, memenuhi panggilan Kakak Pembina," lanjutnya.

Yang tak kalah mencengangkan adalah bahwa tim tersebut hanya kakak pembina dan Presiden yang mengetahuinya.

Mereka bahkan menyebut diri mereka seperti Avengers yang setiap orangnya saling menjaga, menahan diri untuk tidak mengambil gambar.

Namun ternyata Seword.com malah mengambil gambar dan mengabadikan momen tersebut dan menulis unggahan itu. (*)

Dari berbagai sumber

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved