Banggai Hari Ini
Hilang 4 Hari saat Melaut, Nelayan Asal Banggai Ditemukan di Sulawesi Utara
Seorang nelayan hilang asal Banggai, Sulawesi Tengah, Sibar Pakaya (44), dikabarkan telah ditemukan di perairan Sulawesi Utara, Kamis (10/6/2021).
Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri
TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Seorang Nelayan hilang asal Banggai, Sulawesi Tengah, Sibar Pakaya (44), dikabarkan telah ditemukan di perairan Sulawesi Utara, Kamis (10/6/2021) siang.
Korban ditemukan oleh nelayan setempat dalam keadaan selamat, dan masih dengan perahu bermesin katinting.
Kini, Sibar Pakaya diinformasi berada di Desa Linawan, Kecamatan Pinolosian, Kabupaten Bolaang Mongondow.
Salah satu akun facebook @Marllin Lin mengunggah foto korban dalam keadaan selamat dengan caption "Sp tau ada orang kanal om ini..orang bantayan bawa perahu katintin anyor d laut D temukan d kampung linawan kecamatan Pinolosian kabupaten bolaang Mongondow Sulawesi Utara..mohon kl ada keluarganya d kuwk".
Kantor SAR Palu masih memastikan kebenaran informasi tersebut, apakah benar nelayan yang ditemukan di perairan Sulawesi Utara itu adalah Sibar Pakaya yang sejak tiga hari dalam proses pencairan oleh tim SAR gabungan di perairan Banggai dan sekitarnya.

Baca juga: Bea Cukai Palu Musnahkan Ratusan Ribu Rokok dan Ribuan Miras Ilegal
Baca juga: 8 Poin Kesepakatan Wali Kota Hadianto dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila
Sebelumnya, Sibar Pakaya itu dinyatakan hilang di antara perairan Banggai dan Banggai Kepulauan.
Menurut keterangan istri korban, Romana Bailia, korban berangkat dari dermaga Sobol, Kecamatan Mantoh, Kabupaten Banggai menuju Banggai Kepulauan menggunakan perahu katinting, Minggu (6/6/2021) sekitar pukul 15.30 Wita.
Korban dikabarkan sempat memancing di perairan Balantak.
Namun hingga Selasa (8/6/2021), belum juga tiba di Banggai Kepulauan hingga akhirnya pihak keluarga melaporkan langsung ke Pos SAR Luwuk.
Padahal normalnya, waktu tempuh hanya sekitar 4 jam menuju Banggai Kepulauan.
Sibar Pakaya diketahui mengenakan celana pendek levis warna biru, dan baju warna hitam loreng.
Korban juga tidak punya persiapan makanan, bahkan ponsel pun tidak dibawa. (*)