Breaking News:

Palu Hari Ini

Penarikan PPN Jasa Pendidikan, Ini Tanggapan Akademisi Pendidikan Unismuh

Pengamat Pendidikan Kota Palu, Ari Fahri sangat menyesalkan jika jasa pendidikan akan diberlakukan PPN.

Penulis: Moh Salam | Editor: Dimas Adi Satriyo
TribunPalu.com/Handover
Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Muhammadiyah Kota Palu, Ari Fahri 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam

TRIBUNPALU.COM, PALU - Rencana dari Pemerintah khususnya Menteri Keuangan terkait akan melakukan penarikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari jasa pendidikan terus mengundang reaksi penolakan bahkan dari kalangan akademisi.

Pengamat Pendidikan Kota Palu, Ari Fahri sangat menyesalkan jika jasa pendidikan akan diberlakukan PPN.

Ia menyebutkan, wacana tersebut sangat mencederai lembaga pendidikan khususnya jasa pendidikan dari swasta.

"Jadi apa yang diwacanakan ini sangat disayangkan, sebab lembaga pendidikan yang melaksanakan atau memberikan pelayanan pendidikan ditengah masyarakat, sejatinya sudah membantu Pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan dan mencerdaskan anak bangsa sesuai amanat UUD 1945," ungkap Ari Fahri kepada TribunPalu.com, pada Sabtu (12/6/2021).

Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Muhammadiyah Kota Palu itu mengatakan, seharusnya Pemerintah tak perlu mengambil keuntungan atau memungut pajak dari lembaga atau jasa pendidikan.

Fahri menegaskan, Pemerintah lebih baik fokus dalam pemerataan pendidikan mulai dari Sabang hingga Merauke.

Baca juga: Rapat Dengar Pendapat DPRD Soal Kasus Teror di Poso Digelar Tertutup, Ini Tanggapan Akademisi Untad

Baca juga: Diskominfo Sulteng Berbagi Tips Atasi Berita Hoaks di Media Sosial, Ini Penjelasanya

"Jadi sudahlah, Pemerintah ini seharusnya fokus bagaimana memajukan bangsa ini dan tidak perlu mengusik apa-apa yang sudah berjalan dengan baik oleh lembaga pendidikan swasta atau masyarakat dalam menyelenggarakan pendidikan," tegas mantan Ketua Forum Lingkar Pena (FLP) Sulteng.

Fahri merupakan Presidium Forum Umat Islam (FUI) Sulteng itu juga menegaskan, lembaga jasa pendidikan di Indonesia khususnya di Kota Palu sudah sangat ikut berperan dan memberikan sumbangsih pada negeri ini dengan membuka layanan dan jasa pendidikan ditengah masyarakat.

"Mereka sudah sangat membantu dan tidak perlu diminta pungutan pajak dari mereka yang sudah memberikan sumbangsih pada negeri ini," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved