Tips Kesehatan
Apa Itu Leukemia? Berikut Penyebab, Pengobatan, hingga Jenis-jenisnya
Leukemia termasuk penyakit akut atau menahun karena adanya satu tipe leukosit tidak matang yang berkembang biak.
Gejala Leukimia
Gejala leukimia antara lain:
- keringat berlebih, terutama di malam hari (disebut "keringat malam").
- kelelahan dan kelemahan yang tidak hilang dengan istirahat.
- penurunan berat badan yang tidak disengaja.
- nyeri tulang dan nyeri tekan.
- tanpa rasa sakit, pembengkakan kelenjar getah bening (terutama di leher dan ketiak).
- pembesaran hati atau limpa.
- bintik-bintik merah pada kulit, yang disebut petechiae.
- mudah berdarah dan mudah memar.
- demam atau kedinginan.
- infeksi yang sering.

Baca juga: Apa Itu Osteoartritis atau Kelainan Sendi Kronis? Berikut Penjelasan, hingga Cara Mengobatinya
Baca juga: Apa Itu Pengasuhan yang Penuh Perhatian? Simak Penjelasan serta Manfaatnya
Leukemia juga dapat menimbulkan gejala pada organ yang telah disusupi atau terkena sel kanker.
Misalnya, jika kanker menyebar ke sistem saraf pusat, dapat menyebabkan sakit kepala, mual dan muntah, kebingungan, kehilangan kontrol otot, dan kejang.
Leukemia juga dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh Anda, termasuk: paru-paru, saluran pencernaan, jantung, ginjal, dan testis.
Pengobatan Leukemia
Leukemia biasanya dirawat oleh ahli hematologi-onkologi.
Ini adalah dokter yang berspesialisasi dalam kelainan darah dan kanker.
Perawatan tergantung pada jenis dan stadium kanker.
Beberapa bentuk leukemia tumbuh perlahan dan tidak memerlukan perawatan segera.
Namun, pengobatan untuk leukemia biasanya melibatkan satu atau lebih hal berikut:
1) Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel leukemia.
Tergantung pada jenis leukemia, dapat menggunakan obat tunggal atau kombinasi obat yang berbeda.
2) Terapi radiasi menggunakan radiasi berenergi tinggi untuk merusak sel-sel leukemia dan menghambat pertumbuhannya.
Radiasi dapat diterapkan ke area tertentu atau ke seluruh tubuh.

3) Transplantasi sel induk menggantikan sumsum tulang yang sakit dengan sumsum tulang yang sehat, baik sendiri (disebut transplantasi autologus) atau dari donor (disebut transplantasi allologous).
Prosedur ini juga disebut transplantasi sumsum tulang.
4) Terapi biologis atau kekebalan menggunakan perawatan yang membantu sistem kekebalan serta mengenali dan menyerang sel kanker.
5) Terapi yang ditargetkan menggunakan obat-obatan yang memanfaatkan kerentanan dalam sel kanker.
Misalnya, imatinib (Gleevec) adalah obat target yang biasa digunakan untuk melawan CML.
(TribunPalu/Nuri Dwi)