Breaking News:

Virus Corona

Singapura Pernah Umumkan Damai dengan Covid-19, Kini Lockdown Gara-gara Klaster Karaoke Plus-plus

 Singapura yang mengumumkan hidup berdamai dengan Covid-19 kembali melakukan lockdown parsial. Gara-gara muncul klaster baru dari klaster Karaoke Plus

Editor: Putri Safitri
Roslan Rahman / AFP/Getty Images via cnet.com
Singapura. 

Amerika dan Eropa Diserbu varian Delta

Ilustrasi COVID-19 Varian Delta
Ilustrasi COVID-19 Varian Delta (TribunPalu.com/HandOver)

Sempat turun, angka penularan COVID-19 di Amerika Serikat kembali meningkat.

Penyebabnya karena COVID-19 varian Delta.

Bahkan angka kematian yang sebelumnya telah turun pun naik 25% pada minggu lalu menjadi rata-rata 250 per hari.

Selain Amerika Serikat, Negara-negara Eropa juga kembali siaga dengan serbuan Covid varian Delta ini.

Di Amerika Serikat, Los Angeles County telah memerintahkan warganya untuk memakai masker di dalam ruangan lagi menyusul lonjakan kasus di California Selatan.

Meski demikian, Walikota New York City Bill de Blasio mengatakan kota itu tidak memiliki rencana untuk menerapkan kembali mandat masker meskipun ada peningkatan kasus.

Walikota mengatakan dia akan melipatgandakan upaya vaksinasi.

Melansir kompas.id dengan judul artikel Eropa dan Amerika Serikat Genjot Vaksin Serta Terapkan Lagi Pembatasan, varian Delta bertanggung jawab atas 90% kasus baru saat ini di Salt Lake County, Utah, kata manajer epidemiologi negara bagian Ilene Risk.

Untuk memerangi infeksi yang meningkat, kabupaten tersebut telah meminta para pemimpin agama dan dokter untuk membujuk sekitar 40% orang yang memenuhi syarat yang tidak sepenuhnya divaksinasi untuk menerima suntikan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved