Apa Itu Batu Ginjal atau Kalkulus Uriner? Ini Jenis, Risiko, Gejala,Komplikasi hingga Pencegahan
Batu ginjal merupakan massa padat yang terbuat dari kristal sebagian orang menyebut jika seseorang kurang minum air putih bisa terjadi batu ginjal.
Batu ginjal terjadi pada pria dan wanita yang memiliki kelainan genetik cystinuria .
Dengan jenis batu ini, sistin – asam yang terjadi secara alami di dalam tubuh – bocor dari ginjal ke dalam urin.

Faktor Risiko Batu Ginjal
Faktor risiko terbesar untuk batu ginjal adalah membuat kurang dari 1 liter urin per hari.
Inilah sebabnya mengapa batu ginjal sering terjadi pada bayi prematur yang memiliki masalah ginjal.
Namun, batu ginjal paling mungkin terjadi pada manusia berusia antara 20 dan 50 tahun .
Berbagai faktor dapat meningkatkan risiko terkena batu.
Di Amerika Serikat, orang kulit putih lebih mungkin memiliki batu ginjal daripada orang kulit hitam.
Seks juga berperan. Lebih banyak pria daripada wanita yang mengembangkan batu ginjal, menurut Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal (NIDDK).
Riwayat batu ginjal dapat meningkatkan risiko begitu juga riwayat keluarga dengan batu ginjal.
Baca juga: Apa Itu Fenomena Aphelion? Disebut Bawa Suhu Dingin di Indonesia, Berikut Penjelasan BMKG
Baca juga: Apa Itu Donor Plasma Konvalesen? Berikut Pengertian sekaligus Syarat yang Harus Dipenuhi
Faktor risiko lainnya termasuk:
- Dehidrasi.
- Kegemukan.
- Diet dengan kadar protein, garam, atau glukosa yang tinggi.
- Kondisi hiperparatiroid.
- Operasi bypass lambung.
- Penyakit radang usus yang meningkatkan penyerapan kalsium.
- Minum obat yang mengandung diuretik triamterene, obat anti kejang, dan antasida berbasis kalsium.
Gejala Pengidap Batu Ginjal
Batu ginjal menyebabkan rasa sakit yang sangat parah.
Gejala batu ginjal mungkin terjadi sampai batu mulai bergerak hingga ke bawa ureter.
Sakit yang parah ini disebut dengan kolik ginjal.