Palu Hari Ini

Jelang PTM Terbatas, Disdikbud Palu Berikan Protap Umum untuk Sekolah

Jelang pembelajaran tatap muka terbatas, Pemerintah Kota Palu mengeluarkan prosedur operasional tetap (Protap) pada satuan pendidikan TK, SD dan SMP.

Penulis: Nur Saleha | Editor: Moh Salam
TRIBUNPALU.COM/ELA
Sekolah di Kota Palu, Sulawesi Tengah, menggelar simulasi penerapan prokes untuk pembelajaran tatap muka beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Nur Saleha

TRIBUNPALU.COM, PALU - Jelang pembelajaran tatap muka terbatas, Pemerintah Kota Palu mengeluarkan prosedur operasional tetap (Protap) pada satuan pendidikan TK, SD dan SMP.

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas dimulai Senin, (18/10/2021) mendatang.

Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu Abdul Hafid Djakatare mengungkapkan, saat pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas ada protokol umum pendidikan yang harus diterapkan.

Ia mengatakan, setiap sekolah harus membentuk tim siaga COVID-19 untuk mengatur protap pelaksanaan PTM di masing-masing sekolahnya.

"Setiap sekolah juga menyiapkan media sosialisasi dan edukasi pencegahan COVID-19 untuk warga sekolah dalam bentuk spanduk dan alat peraga lainnya," ujar Plt Kadisdikbud Kota Palu, Kamis (14/10/2021).

Baca juga: Damkar Sigi dan Palu Latihan Bersama Atasi Kebakaran dan Simulasi Aksi Penyelamatan

Baca juga: Provinsi Sulawesi Tengah Raih WTP 5 Kali Berturut-turut dari BPK

Kepada TribunPalu.com Hafid menambahkan, masing-masing jenjang satuan pendidikan berbeda dalam pengaturan jam masuknya.

Menurutnya untuk jenjaang Paud/TK hanya bisa diisi maksimal 30 persen dari total jumlah siswa di kelas tersebut.

Jam masuknya pun dimulai pukul 08.00 sampai 10 Wita.

"Untuk jam istirahat hanya 15 menit untuk makan dan minum didalam kelas," tuturnya.

Sementara untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) setiap kelas maksimal 50 persen dari total siswa.

Jam masuknya selama 4 jam, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 Wita.

Baca juga: Pemkab Sigi Ajukan Ranperda Pengelolaan Keuangan Daerah dan Kabupaten Layak Anak

Baca juga: Pemkab Sigi Gelar Konsultasi Publik Penyusunan RDTR Kawasan Perkotaan Binangga

Selain itu Sekolah Menengah Pertama (SMP) aturannya sedit berbeda dengan TK dan SD.

Jenjang SMP setiap kelas dibagi menjadi dua kelompok yakni kelompok A dan B.

"Untuk kelompok A masuk diminggu ganjil dan kelompok B masuk diminggu genap," ujar Hafid.

Jadwalnya sendiri antara lain kelas 7 masuk pukul 07.30-11.00 Wita.

Kelas 8 masuk pukul 08.00 s.d 11.30 Wita.

Sementara Kelas 9 masuk pukul 08.30-12.00 Wita.

"Jam belajar juga direduksi atau dikurangi dari semula 40 menit/JP menjadi 30 menit/JP," kata Kadisdikbud Palu.

Plt Kadisdikbud Palu itu menyebutkan, setiap mapel dalam sepekan hanya satu kali tatap muka.

"Pembagiannya untuk Pendidikan Agama, PKN, Bahasa Inggris, Seni Budaya, PJOK dan Prakarya 2 JP atau 2x30 menit, sementara IPA, Matematika dan Bahasa Indonesia 3 Jp atau 3x30 menit," sebut Hafid.

Senada dengan aturan diatas, Pihak sekolah pun diminta melakukan pengaturan jarak tempat duduk dan komunikasi minimal 1,5 meter.

"Kepala Sekolah dan guru wajib mengawasi peserta didik untuk tidak keluar kelas selama jam sekolah, serta sekolah menyediakan masker khususnya peserta didik berekonomi lemah," ucapnya.

Ia meminta agar setiap pekan sekali sekolah melakukan penyemprotan disenfektan terhadap sarana prasarana.

Khusus peserta didik dengan jenjang SMP dapat melakukan PTM hanya untuk siswa sudah di vaksinasi COVID-19.

Selain itu peserta didik yang tidak mendapatkan izin dari orangtuanya untuk PTM, maka pihak sekolah pun tidak mewajibkan dan tetap mendapatkan layanan Pembelajaran Jarak jauh.

"Kalau ada peserta didik tidak disiplin dan tidak mematuhi prokes maka diberikan sanksi belajar dari rumah," pungkasnya.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved