Banggai Hari Ini
Prosesi Ngaben Umat Hindu di Banggai Dipadati Warga, Bahkan Dihadiri Umat Agama Lain
Prosesi ngaben yang dilaksanakan Mmat Hindu Desa Simpangan, Kecamatan Masama, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Minggu (17/10/2021).
Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri
TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Budaya Umat Hindu masih kental di wilayah Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Salah satunya prosesi Ngaben atau upacara pembakaran jenazah.
Seperti yang dilaksanakan oleh umat Hindu yang ada di Desa Simpangan, Kecamatan Masama, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Minggu (17/10/2021).
Prosesi Ngaben sendiri berlangsung di Setra (kuburan) Banjar Adat Mekarsari Desa Simpangan berlangsung sejak pagi.
Warga yang datang melihat prosesi Ngaben tak hanya dari keluarga dan kerabat setempat.
Namun ada beberapa warga dari wilayah lainnya.
Baca juga: Aneka Resep Membuat Nugget yang Praktis untuk Bekal si Kecil
Baca juga: Bendera Merah Putih Tak Berkibar saat Seremoni Juara Piala Thomas, Menpora hingga LADI Minta Maaf
Beberapa diantara warga yang datang melihat prosesi Ngaben itu berasal dari Desa Mayayap Kecamatan Bualemo, Desa Lontos dan Desa Lauwon Kecamatan Luwuk Timur, hingga Desa Nipa Kecamatan Lamala.
Meski hujan turun, warga yang memadati lokasi pelaksanaan upacara Ngaben tak bergeming.
Hujan 15 menit di tempat itu hanya membuat mereka bergeser ke pepohonan untuk berlindung.
"Penasaran saja, ingin lihat sampai selesai," ungkap Romi, warga yang ikut menyaksikan prosesi ngaben.
Selain karena mengenal baik sosok almarhum IKN alias Natro, mereka juga datang karena ingin melihat prosesi Ngaben yang dilaksanakan umat Hindu setempat.
Baca juga: Isi Surat Wasiat Rhoma Irama yang Nantinya akan Diberikan Kepada Keluarganya
Baca juga: Skenario Prabowo Jadi ‘King Maker’ di Pilpres 2024, Pengamat: Pilihan Bijak Calonkan Anies
Itu membuat upacara Ngaben tak hanya dihadiri oleh umat Hindu saja, namun ada pula dari agama lainnya yang ikut ke lokasi untuk menyaksikan prosesi ngaben.
Prosesi Ngaben merupakan upacara sakral bagi umat Hindu untuk mengembalikan roh leluhur ke tempat asalnya.
Umat Hindu percaya dengan menjadi abu setelah pembakaran atau Ngaben, almarhum bisa kembali ke asalnya menyatu dengan tanah.
Prosesi kremasi atau Ngaben di Desa Simpangan adalah yang ketiga kalinya dilaksanakan setelah umat Hindu setempat memisahkan diri dari Kospa Dwata Karya, desa trans Bali setempat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/prosesi-ngaben-yang-dilaksanakan-mmat-hindu-desa-simpangan-keca.jpg)