Virus Corona

Vaksin Sinovac pada Anak Usia 6 - 11 Tahun, IDAI Larang Lakukan Jika Anak dalam Kondisi Ini

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menerbitkan rekomendasi pemberian vaksinasi untuk anak usia 6 tahun keatas.

Editor: Putri Safitri
TRIBUN JABAR/ZELPHI
Petugas Puskesmas Leuwigajah, Kota Cimahi melakukan imunisasi difteri titanus kepada siswa Sekolah Dasar Negeri Leuwigajah 2, Jalan Cibogo, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Sabtu (14/11/2020). Tahun depan pemerintah merencanakan pemberian vaksinasi covid-19 unyuk usia 6-11 tahun. Tribun jabar/zelphi 

TRIBUNPALU.COM - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menerbitkan rekomendasi pemberian vaksinasi untuk anak usia 6 tahun keatas.

Menyusul telah dikeluarkannya izin penggunaan darurat Vaksin Sinovac untuk anak berusia 6-11 tahun oleh BPOM serta dimulainya sekolah tatap muka.

Baca juga: Meski Sudah Tak Diwajibkan, Sejumlah Bandara Masih Meminta Hasil Tes PCR Calon Penumpang

Baca juga: Rekening Yayasan LAZ ABA Dibekukan, Diduga Terkait Kelompok Teroris Jamaah Islamiyah

Baca juga: Dalam 2 Pekan 9 Perwira Polisi di Sumut Dicopot, Ada yang Lakukan Pencabulan hingga Pamer Uang

Kepala Sekolah SMP IT PAPB, HM Ramelan mendampingi sejumlah siswa melakukan vaksinasi tahap dua di Aula Sekolah SMP IT PAPB Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (2/10/21). Setidaknya ada 281 pelajar yang terdiri kelas 7,8 dan kelas 9 yang mengikuti vaksinasi dari jumlah total 389 siswa, sisanya mengikuti vaksinasi mandiri di luar sekolah. Harapannya, setelah program vaksinasi tahap kedua ini sistem belajar tatap muka bisa segera berjalan. Untuk SMP IT PAPB Semarang sendiri sitem belajar tatap muka sudah berjalan mulai 30 Agustus 2021, dengan estimasi siswa yang masuk 50 persen dari kapasitas kelas dan uji coba dengan jadwal yg sudah kita sesuaikan. (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka) - Vaksin Sinovac kini boleh diberikan kepada anak usia 6-11 tahun, simak penjelasan Badan POM berikut ini.
Kepala Sekolah SMP IT PAPB, HM Ramelan mendampingi sejumlah siswa melakukan vaksinasi tahap dua di Aula Sekolah SMP IT PAPB Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (2/10/21). Setidaknya ada 281 pelajar yang terdiri kelas 7,8 dan kelas 9 yang mengikuti vaksinasi dari jumlah total 389 siswa, sisanya mengikuti vaksinasi mandiri di luar sekolah. Harapannya, setelah program vaksinasi tahap kedua ini sistem belajar tatap muka bisa segera berjalan. Untuk SMP IT PAPB Semarang sendiri sitem belajar tatap muka sudah berjalan mulai 30 Agustus 2021, dengan estimasi siswa yang masuk 50 persen dari kapasitas kelas dan uji coba dengan jadwal yg sudah kita sesuaikan. (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka) - Vaksin Sinovac kini boleh diberikan kepada anak usia 6-11 tahun, simak penjelasan Badan POM berikut ini. (TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA)

Melalui rilis resmi IDAI yang diterima Tribunnews.com pada Selasa (2/11/2021) IDAI merekomendasikan sebagai berikut :

Pemberian imunisasi COVID-19 pada anak golongan usia 6 tahun keatas, adalah Vaksin Coronavac atau Sinovac yang diberikan secara intramuskular dengan dosis 3ug (0,5 ml).

Dosdis ini diberikan sebanyak dua kali pemberian dengan jarak dosis pertama ke dosis kedua yaitu 4 minggu.

Baca juga: Meski Sudah Tak Diwajibkan, Sejumlah Bandara Masih Meminta Hasil Tes PCR Calon Penumpang

Baca juga: Tips Kesehatan: Manfaat Ketumbar untuk Mengobati Migrain, Simak Cara Membuatnya

Vaksinasi tidak direkomendasikan bagi anak yang memiliki atau mengalami kontraindikasi:

1. Defisiensi imun primer, penyakit autoimun tidak terkontrol;

2. Penyakit Sindrom Gullian Barre, mielitis transversa, acute demyelinating encephalomyelitis;

3. Anak kanker yang sedang menjalani kemoterapi/radioterapi, anak yang sedang mendapat pengobatan imunosupresan/sitostatika berat;

Siswa Kelas 7 SMN 12 Palu Muhamad Farel (13) tak gentar saat melihat jarum suntik vaksin.
Siswa Kelas 7 SMN 12 Palu Muhamad Farel (13) tak gentar saat melihat jarum suntik vaksin. (TRIBUNPALU.COM/SUTA)

Baca juga: Operasi Angkat Rahim, Melanie Subono Menangis Lihat Hasil USG: Kosong, Nggak Bisa Punya Anak

Baca juga: Hanna Kirana Meninggal,sang Kekasih Tulis Kalimat Pilu: Gak Ada yang Aku Ingetin Jangan Makan Pedas

4. Sedang mengalami Demam 37,50 C atau lebih;

5. Anak baru sembuh dari COVID-19 kurang dari 3 bulan;

6. Pascaimunisasi lain kurang dari 1 bulan;

7. Anak atau remaja sedang hamil;

8. Memiliki hipertensi dan diabetes melitus, dan atau penyakit-penyakit kronik atau kelainan kongenital yang tidak terkendali.

Baca juga: Serikat Buruh Minta UMP Jakarta Jadi Rp 5,3 Juta, Ini Daftar 34 UMP Seluruh Provinsi di Indonesia

Rekomendasi tersebut juga memberi catatan, imunisasi untuk anak dengan kanker dalam fase pemeliharaan, penyakit kronis atau autoimun yang terkontrol dapat mengikuti panduan imunisasi umum dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter penanggung jawab pasien sebelumnya.

Sebelum dan sesudah vaksinasi semua anak tetap memakai masker dengan benar, menjaga jarak, tidak berkerumun, jangan bepergian bila tidak mendesak.

IDAI menegaskan rekomendasi ini sifatnya dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan bukti- bukti ilmiah yang terbaru.

Rekomendasi ditandatangani oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) Sekjen IDAI Dr. Hikari Ambara Sjakti,Sp.A(K) pada 2 November 2021.

(Tribunnews.com)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved