Porprov Sulteng

Buol Tolak Jadi Tuan Rumah Porprov 2022 karena Dana, Spanduk Gerakan Kumpul Koin Bertebaran

Spanduk itu sebagai aksi protes terkait tidak siapnya Pemerintah Kabupaten Buol dalam menggelar Porprov tahun 2021.

Editor: mahyuddin
handover
Spanduk seruan penggalangan koin terikat di tiang lampu lalulintas dekat makam Raja Buol Jl Trans Buol-Gorontalo, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM,BUOL - Spanduk bertuliskan seruan penggalangan koin terikat di tiang lampu lalulintas dekat makam Raja Buol Jl Trans Buol-Gorontalo, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Pantauan TribunPalu.com, Minggu (28/11/2021), spanduk itu bertuliskan gerakan pengumpulan koin untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2021

Tercantum dalam spanduk itu kalimat "Porprov 2021 di Buol harga mati."

Tertulis juga di spanduk itu nilai positif kegiatan olahraga tingkat provinsi terlaksana di Kabupaten Buol ialah :

1. Peningkatan pembangunan sarana dan prasarana olahraga

2. Meningkatkan pendapatan usaha masyarakat selama kegiatan( jasa bentor, pedagang, serta usaha kecil lainnya)

3. Kampanye/pengenalan sektor pariwisata kebudayaan dan kearifan lokal Kabupaten Buol.

4. Pemberdayaan minat bakat putra-putri Buol di bidang olahraga.

Baca juga: Persiapan Jelang Porprov Sulteng 2022, Tim Basket Banggai Ikut Turnamen di Gorontalo

Spanduk itu sebagai aksi protes terkait tidak siapnya Pemerintah Kabupaten Buol dalam menggelar Porprov tahun 2021.

Sebelumnya, Bupati Buol Amiruddin Rauf menemui Tim Verifikasi Faktual KONI Sulteng di ruang kerjanya, Kelurahan Kali, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Rabu (17/11/2021).

Dalam pertemuan itu, Amiruddin Rauf  menyatakan tidak siap menggelar perhelatan Porprov 2021 dengan alasan tidak memiliki dana.

Selain itu, Pandemi Covid -19 juga menjadi alasan Amiruddin Rauf menolak menjadi tuan rumah perhelatan olahraga tersebut.

“Jujur kami sangat bangga jadi tuan rumah Porprov 2022. Bahkan kami telah presentasi saat bidding lalu, namun kendala pendanaan yang menjadi masalah utama, karena APBD Buol sekira Rp 50 miliar dikonsentrasikan pada penanganan Covid-19,” jelas Amiruddin Rauf.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved