Breaking News:

Banggai Hari Ini

Warga Blokade Jalur Koridor Tambang Nikel, PT KFM Alami Kerugian Rp 34 Miliar

Jalur koridor PT KFM yang sempat diblokade warga Desa Tuntung, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai. Aksi ini membuat perusahaan mengalami kerugian pulu

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
Handover/PT KFM
Jalur koridor PT KFM yang sempat diblokade warga Desa Tuntung, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai. Aksi ini membuat perusahaan mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Aksi protes warga Desa Tuntung, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah ternyata terdampak pada keuangan PT Koninis Fajar Mineral (KFM).

Warga Desa Tuntung memblokade jalur koridor perusahaan tambang nikel ini karena menuntut dampak lingkungan terhadap kebutuhan air bersih dan produktifitas perkebunan.

Aksi yang digelar sejak 29 November hingga 4 Desember 2021 itu membuat aktivitas perusahaan terhenti sementara.    

Praktis selama enam hari jalur koridor diblokade, perusahaan yang mulai beroperasi pada April 2021 ini mengalami kerugian mencapai puluhan miliar rupiah.

"Kami tidak beroperasi dari hari Senin sampai Sabtu. Nanti Sabtu malam baru bisa beroperasi. Kerugian yang kami alami capai Rp 34 miliar," ungkap Kepala Teknik Tambang PT KFM, Arsal, Minggu (5/12/2021).

Baca juga: PT KFM Beri Penjelasan Pasca-warga Protes Dampak Lingkungan dan Blokade Jalur Produksi

Baca juga: Waspadai 3 Titik Jalan Rusak di Jalur Penghubung Kabupaten Poso dan Morowali Utara 

Selama aksi protes berlangsung, ada tiga kapal tongkang yang berlabuh.

Satu di antaranya harus kembali tanpa muatan ore nikel.

"Kapal pulang hanya muat angin," ucapnya.

Dampak lainnya, kata Arsal, pekerja lokal terpaksa diberhentikan sementara karena tidak beroperasinya perusahaan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved